Kawa – Pemerintah Kabupaten SBB kembali menggelar pelaksanaan Safari Ramadhan bertempat di Pelataran Mesjid Asyukriah Desa Kawa pada Rabu, 15 Mei 2019. Nampak pada acara dimaksud Bupati SBB beserta ibu Hj Sarifah Payapo, Sekretaris Daerah, beberapa pejabat Kantor Kementerian Agama Kab SBB, pastor Paroki, staf khusus Bupati, Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda dan pimpinan OPD, camat Seram Barat dan undangan serta masyarakat Desa Kawa.

Bupati SBB, Drs H. M.Yasin Payapo, M.Pd

Dalam sambutannya Bupati menjelaskan bahwa ini adalah kali kedua pelaksanaan safari ramadhan oleh Pemerintah Kabupaten SBB yang bertujuan untuk bagaimana upaya kita bersama mengupayakan, meningkatkan persatuan dan kesatuan juga pemahaman. Moment ini diharapkan dapat kembali menyatukan pemahaman dan persepsi agar persatuan dan kesatuan di bumi Saka Mese Nusa menjadi lebih baik.

2 tahun kepemimpinan saya tetaplah Asas pembangunan kita adalah adil dan merata. Saya tidak hanya memperhatikan daerah Islam, kecamatan Huamual ataulah negeri Luhu saja. Saya bekerja untuk segenap masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat.  Banyak kepentingan2 tertentu yang mengakibatkan munculnya banyak isu miring apalagi setelah pelaksanaan pemilihan dan perhitungan suara kemarin, namun saya berharap semuanya dapat kita sikapi dengan baik.

Kita harus bertanggung jawab kepada keamanan daerah ini. Melakukan segala sesuatu haruslah dengan akal sehat untuk menganalisis semua permasalahan yang ada di sekitar kita agar kita dapat mengarungi kehidupan sesuai aturan.

Mengakhiri sambutan singkatnya, atas nama pemerintah daerah, Bupati SBB juga menyampaikan ucapan Selamat menjalani ibadah puasa kepada seluruh masyarakat desa Kawa.

Sementara itu dalam safari Ramadhan kali ini, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian agama Kab SBB, Hi Djumadi Wali, S.Ag berkesempatan menyampaikan tausiah Ramadhan. Persoalan isu yang melanda umat dan persatuan adalah 2 hal yang sangat krusial. Menyangkut persatuan, dalam AlQuran dijelaskan manusia itu akan ditimpakan kehinaan dimana saja kecuali mereka yang menjaga hubungannya dengan Allah dan dengan manusia.

Allah juga berfirman “Wahai bangsa jin dan manusia, sesunghuhnya kamu tidak akan sanggup melintasi langit dan bumi, kecuali dengan satu kekuatan yakni kekuatan ilmu pengetahuan”. Manusia ditakdirkan oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi, jadi manusia harus mampu mengelola dan memelihara alam ini dengan sebaik baiknya.  Untuk itu, janganlah terpengaruh pada gosip atau isu sehingga dapat menyebabkan perpecahan diantara kita.

Kasie Pendis Kemenag SBB, Hi Djumadi Wali sementara menyampaikan tausiah Ramadhan

Makna puasa adalah kita harus mampu menahan diri, melawan hawa nafsu di dalam diri kita. Dlm surah Al Baqarah 183 dijelaskan hakekat puasa adalah agar kita menjadi hamba yang bertakwa.kita telah melewati fase 1 dalam bulan Ramadhan, semoga kebaikan yang akan selalu membersamai kita sampai akhir Ramadhan bahkan selama hidup kita.

Setelah penyampaian tausiah Ramadhan, seluruh jamaah safari Ramadhan kemudian melantunkan dzikir sambil menunggu waktu berbuka yang dipandu oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Seram Barat, Drs La Budiman.

 

 

LEAVE A REPLY