PIRU-Berwisata sambil menikmati keindahan alam sudah menjadi gaya hidup manusia masa kini. Mereka sering melarikan diri sejenak dari rutinitas dan aktifitas sehari-hari dengan berkunjung ke berbagai lokasi wisata. Ada yang hiking ke pegunungan atau perbukitan, adapula yang memilih berjemur sambil berenang di pantai. Namun bila ingin mencoba hiking di daerah perbukitan lalu kemudian diakhiri dengan berenang santai, silahkan mencoba objek wisata yang satu ini.

Objek wisata yang dimaksud adalah air terjun yang berada di areal hutan Desa Lumoli. Berjarak kurang lebih 15 kilometer dari pusat kota Piru, ibukota kabupaten Seram Bagian Barat, hanya dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk tiba disana.

Diakui memang akses jalan menuju ke lokasi belumlah memadai untuk dilalui kendaraan bermotor, khususnya bagian jalan yang menghubungkan desa dengan lokasi air terjunnya. Sehingga akan lebih nyaman jika dilalui dengan berjalan kaki.

Terdengar menantang, tapi bukankah ini yang dicari. Naik turun perbukitan sejauh kurang lebih 1 kilometer ditemani hijau pepohonan dan kicauan suara burung yang sesekali terdengar bersahutan, sungguh jadi hiburan tersendiri.
Untuk yang mudah dehidrasi dan tidak terbiasa menahan lapar sangat disarankan untuk membawa sendiri persedian air minum dan makanan karena tidak ada pedagang asongan disana. Namun diingatkan agar tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah disembarang tempat karena telah disediakan tempat sampah.


Setelah tiba di lokasi kita akan disuguhi pemandangan air terjun yang tidak biasa. Tidak sebagaimana lasimnya air terjun yang memperlihatkan adegan jatuhnya limpahan air dari ketinggian puluhan meter dan menghujam area di bawahnya, air terjun ini justru memberikan keunikannya tersendiri. Unik karena air terjun ini terdiri dari beberapa air terjun kecil dengan ketinggian variatif 5 sampai 10 meter dengan posisi berjejer dari atas ke bawah di sepanjang aliran sungai sehingga terlihat bertingkat.

Total ada 5 air terjun yang letaknya berurutan dari atas ke bawah dan oleh masyarakat sekitar dibagi menjadi dua bagian yang mereka sebut “air terjun laki-laki” di bagian atas dan “air terjun perempuan” di bawah. Dengan airnya yang sejuk dan bening serta diapit oleh dua punggung bukit yang rindang dengan pepohonan disamping kiri dan kanannya akan membuat anda ingin cepat-cepat menceburkan diri dan berenang disana. Tak perlu khawatir untuk anda yang tak bisa berenang karena selain arus air yang tidak terlalu deras, sungainya pun tidak terlalu dalam.

Tapi jika anda hanya ingin bersantai saja sambil menikmati pemandangan, telah disediakan sebuah bilik kecil yang dapat digunakan untuk berteduh di salah satu sisi sungai.

Satu lagi keunikan tersembunyi dari air terjun ini adalah adanya gua kecil yang terbentuk secara alami di bagian bawah “air terjun perempuan”. Sekilas mulut goa ini tak terlihat karena berada dibalik aliran air, dan satu-satunya cara mengaksesnya adalah dengan berenang melalui air terjunnya.

Tina Latue salah satu penggunjung yang ditemui, mengakui bahwa dia begitu terkesan dengan pemandangan alami yang tersaji di sana. “Serasa punya kolam renang pribadi karena tanpa perlu mengelurkan uang kita bisa puas mandi dan bersantai di sini. Rasa lelah dan keringat saya selama perjalanan ke sini terbayar lunas”.

“Sayangnya objek wisata ini selain akses jalan yang masih belum memadai juga belum ada pihak yang bertanggung jawab untuk mengelolanya dengan profesional”, sesalnya.

“Harapan saya ke dapan entah itu pemerintah Desa maupun Kabupaten, dapat turut mengelolannya dengan profesional dan menjadikannya sebagai objek wisata unggulan yang dapat menarik wisatawan lokal maupun asing untuk datang berkunjung, sehingga semoga nantinya akan berdampak pada perbaikan perekonomian masyarakat disana maupun kelestarian air terjun itu sendiri”, sambungnya.

LEAVE A REPLY