Taniwel- Warga Kasieh, Kecamatan Taniwel melakukan aksi protes terkait rencana masuknya perusahan Tambang Marmer di depan Kantor Desa Kasieh, 1/12/2020. Setelah beberapa kali aksi demo ini berjalan baik aksi yang telah di lakukan sejumlah Mahasiswa Taniwel dan Masyarakat pada Kantor Gubernur Maluku, sampai DPRD Provinsi dan bahkan beberapa kali terjadi aksi yang sama di Kantor Bupati SBB sampai Kantor DPRD Kab. SBB namun hingga saat ini aksi tersebut masih berlanjut.

Setelah melewati proses tahapan kesepakatan serta perundingan namun alhasil nihil, karena masuknya Perusahan tersebut di duga ada kepentingan oknom tertentu pada Pilkada SBB nanti yang kelihatannya tidak memperdulikan keluhan Rakyat.

Dari Informasi yang didapat diketahui Pemdes Kasieh mengumpulkan seluruh warga Desa Kasieh untuk melaksanakan rapat desa guna membahas tentang rencana masuknya tambang Marmer di Desa Kasieh.

Pada saat rapat hendak berlangsung, Massa dari sebagian warga  Desa Kasieh dipimpin oleh Mantan Raja Kasieh Bpk. Abdullah Djunaidi Latulumamina melaksanakan orasi bergerak dari arah Timur Negeri Kasieh dengan membawa spanduk penolakan terhadap masuknya Tambang Marmer ke Desa Kasieh.

Dalam orasi penolakan tersebut, warga hendak masuk ke Balai Desa, tiba-tiba salah satu Tokoh pemerintah Desa Kasieh An. Abdul Kadir Tuasa maju kedepan barisan orasi dan menentang para pengunjuk rasa sehingga terjadi aksi saling dorong antara warga desa yang berorasi dengan Sdr. Abdul Kadir Tuasa.

Melihat kejadian tersebut, Babinsa Serka Usman Mawen dengan beberapa Anggota Polsek Taniwel langsung melerai warga. Setelah Warga kembali tenang, Pemdes Kasieh mengajak Warga untuk masuk kedalam Balai Desa Kasieh untuk melanjutkan Agenda Rapat Negeri.

Pemdes Memberikan Kesempatan kepada Warga untuk memberikan Saran dan Tanggapan, Namun dalam proses pemberian saran dan tanggapan dari Warga, terjadi adu mulut antara Salah satu Anggota Pemdes Kasieh Efendy Elly dengan Warga Desa Kasieh sehingga terjadi keributan didalam Balai Desa, dan akhirnya Kapolsek Taniwel Ipda. Joel Mauwa mengambil inisiatif untuk menghentikan Rapat. Akhirnya siang kemarin Rapat Desa Kasieh ditutup, kemudian Warga Masyarakat Desa Kasieh membubarkan diri dan kembali ke Rumah masing-masing.

Pemicu Konflik Warga Desa Kasieh dengan Pemdes Kasieh diduga akibat ketidak transparansi yang dilakukan oleh Pemdes Kasieh, yang mana sebelum ada kesepakatan dengan Masyarakat Desa, Pemdes Kasieh sudah menandatangani persetujuan masuknya Tambang Marmer ke desa Kasieh Antara Pemdes Kasieh dengan PT. GMI.

Selain Itu, didalam Agenda Rapat Negeri Tersebut, Pemdes Kasieh membuat agenda Foting untuk menentukan suara terbanyak dari Warga terkait setuju atau tidak setuju. Hal tersebut sontak menjadi perdebatan sengit dan memicu Amarah Warga, sebab Belum ada musyawarah dan Mufakat, tetapi Pemdes Kasieh sudah membuat agenda Foting didalam Rapat, terindikasih kuat Pemdes sedang di tunggangi sosok oknom yang punya kepentingan politik pada Pilkada SBB nanti guna adanya perusahan tersebut bisa ikut mendukungnya dalam berproses nanti.

LEAVE A REPLY