KAIRATU.  Anggota DPR RI dari Partai Nasional Demokrat, Pranada Surya Paloh melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Seram Bagian Barat. Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka memberikan kuliah umum di STIKES Bhakti Husada, Dusun Air Buaya Desa Kairatu Kecamatan Kairatu pada siang ini.

Tema kuliah umum tersebut adalah menyangkut dengan Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Kebangsaan Bagi Tenaga Kesehatan. Pranada mengatakan dalam kuliah umumnya, Menurut UU No.36 Tahun 2009, “Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekomomis”. Sedangkan “Tenaga Kesehatan adalah adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau ketrampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan”.

Tantangan tenaga kesehatan kedepannya adalah terkait dengan globalisasi, MEE (Masyarakat Ekonomi ASEAN ), APEC, AFTA, masalah lingkungan hidup, konvergensi ilmu dan teknologi, ekonomi berbasis pengetahuan dan pergeseran ekonomi global sehingga tenaga kesehatan lebih dituntut untuk memiliki kualitas, investasi dan transformasi pendidikan sehingga apa yang menjadi tantangan dapat dilalui dengan baik.

Data Rencana Pengembangan Tenaga Kesehatan 2011-2025 Kemenkes RI terkait estimasi kebutuhan dan kekurangan tenaga kesehatan di puskesmas tahun 2014, 2019 dan 2025. Tenaga kesehatan yang mengalami peningkatan kebutuhan dan kekurangan secara signifikan adalah jenis tenaga Dokter Umum dan Keperawatan. Kebutuhan Dokter Umum, pada Tahun 2014 sebanyak 11.925 tenaga, meningkat pada Tahun 2019 sebanyak 53.531 tenaga hingga Tahun 2025 kebutuhan Dokter Umum diperkirakan mencapai 98.137 tenaga. Sedangkan kekurangan Tenaga Kesehatan diperkirakan pada Tahun 2019 mencapai 43.097 tenaga hingga Tahun 2025 menjadi 52.636 tenaga. Kebutuhan tenaga keperawatan tahun 2014 sebesar 240.515 tenaga mengalami kekurangan sebesar 88.305 tenaga. Tahun 2019, kebutuhan sebesar 230.681, kekurangan sebesar 20.230 tenaga. Diperkirakan angka kebutuhan tenaga keperawatan Tahun 2025 mencapai 220.847 dengan angka kekurangan sebesar 24.768 tenaga.

Berdasarkan data tersebut serta grafik ketersediaan SDM kesehatan di puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah NKRI, disimpulkan bahwa kebutuhan SDM kesehatan di Indonesia masih sangat tinggi karena lebih dari 30% antara lain di wilayah, Kalimantan, Sumatera, Papua, Maluku, sebagian Sulawesi dan Pulau Jawa, SDM kesehatan di puskesmas masih belum terisi.

Pranada menghimbau kepada para mahasiswa STIKES Bhakti Husada agar senantiasa menjadi tenaga kesehatan yang Pancasilais karena tenaga kesehatan adalah bentuk bela negara. Ada seribu satu cara untuk merawat Indonesia. Salah satunya adalah  dengan merawat kesehatan rakyatnya, kata Pranada Surya Paloh mengakhiri kuliah umumnya.

 

LEAVE A REPLY