PIRU-Malaria merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyaarkat Indonesia. Hal ini menjadi ancaman karena dapat menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian. Terutama angka kematian bayi, balita dan ibu melahirkan serta dapat menurunkan produktivitas kerja.

Secara nasional jumlah kasus malaria selama periode  Tahun 2005 sampai 2015 cenderung menurun dan di Tahun 2013 angka API 1,38 per 1000 penduduk. Sebahagiaan kasus malaria berasal dari 5 provinsi di wilayah Indonesia Timur termasuk Maluku, yang didalamnya termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat.

Angka kasus malaria di Kabupaten Seram Bagian Barat  pada tahun 2014 sebesar 19,5 per 1000 penduduk, dengan kasus positif malaria 40,2 menurun menjadi  10,87 per 1000 penduduk, di tahun 2015 dengan kasus positif malaria 2248 menurun menurun lagi menjadi 8,42 per 1000 penduduk dengan jumlah kasus positif 1771 yang artinya  diantara 1000 penduduk  di kabupaten Seram Bagian Barat  terdapat 8 orang yang menderita malaria.

Angka kasus ini terus menurun karena pada tahun 2014 telah dilakukanpembagian kelambu massal untuk semua penduduk, selain penemuandan penanganan penderita malaria secara dini. Hal ini membuktikan bahwa menghindari gigitan nyamuk melalui pengguna kelambu , secara efektif dapat mencegah dan menurunkan angka kesakitan malaria.

Menurut Bupati Seram Bagian Barat. Drs. Moh ysin payapo,M.Pd mengatakan sebagai pimpinan daerah  Kabupaten Seram bagian Barat saya  menilai positif  dan memberikan apresiasi yang tinggi atas diselenggarakannya pencanangan Kelambu Massal bagi semua lapisan masyarakat.

Saya berharap agar seluruh masyarakat mau dan senantiasa memakai kelambu dengan baik dan benar pada waktu tidur. Sehingga kita semua dapat terbebas dan terhindar dari penyakit malaria. Dan kepada semua kepala pemerintahan, camat, kades, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, para kader PKK, dan para Kader Kesehatan, agar dapat saling membahu dan menopang serta ikut serta menggunakan kelambu. Melakukan pengawasan terhadap pengguna kelambu di masyarakat masing-masing wilayah.

Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat  untuk bersama-sama dengan pihak pemerintah untuk memerangi malaria dengan cara ganti kelambu lama dengan kelambu baru dan menggunakan kelambu pada waktu tidur dengan baik dan benar. Sehingga kita dapat mencapai kabupaten SBB bebas malaria pada tahun 2024, Provinsi Maluku bebas malaria tahun 2027 dan Indonesia bebas malaria pada tahun 2030.

LEAVE A REPLY