Lumoli – Bertempat di balai pertemuan desa Lumoli, Polres Seram Bagian Barat melaksanakan “Focus Group Discussion (FGD) Penggunaan Media Sosial Secara Bijak dan Antisipasi Penyebaran Berita Hoax/Bohong di Tengah Masyarakat”, Sabtu, 26 Oktober 2019.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Bhabikantib Desa Lumoli dan Satuan Bimbingan Masyarakat ini dilaksanakan menyikapi begitu maraknya berita hoax atau bohong yang semakin merebak di era digital yang semakin terbuka ini.

Kasat Bimas Polres SBB, Iptu La Ode Hanibal dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang bagaimana melihat, menyikapi berita hoax yang semakin gencar beredar di masyarakat.”Terutama berita gempa yang akhir – akhir ini kita lihat banyak berseliweran di media sosial, sehingga membuat masyarakat menjadi takut dan panik. Maka itu, kami hadir disini malam ini guna bersama – sama dengan bapak ibu saudara semuanya guna bersama – sama kita membahas bagaimana sebaiknya kita bersikap di tengah maraknya berita bohong ini”

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Infokom Kabupaten Seram Bagian Barat, Plt Kepala Bidang Pengelolaan dan Informasi, Linda Waliulu, SE, MPA selaku narasumber memberikan penjelasan kepada masyarakat yang hadir tentang bagaimana sebaiknya menggunakan media sosial secara baik dan menyikapi berita hoax yang ada.

“Media sosial sudah merupakan bagian yang tak terpisahkan lagi di kehidupan kita sehari-hari. Semua berita, semua informasi baik itu fakta maupun hoax tersaji begitu gamblang begitu kita berselancar di dunia maya. Berita hoax  dengan mudah di sebarkan di dunia maya, tanpa ada yang bisa membendungnya. Karena berita hoax itu disebarkan bertujuan untuk membuat masyarakat menjadi panik, takut bahkan marah sehingga hal – hal negatif dapat saja terjadi.  Untuk itu, kita sebagai penggunalah yang harus lebih selektif, lebih berhati – hati dalam menyikapi itu semua.” urai Waliulu.

Lebih lanjut Waliulu mengingatkan agar lebih bijak dalam melihat, bahkan men-share berita – berita yang belum tentu benar itu, karena ada konsekuensi hukum atas semuanya sesuai UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

 

LEAVE A REPLY