Piru- Untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahayanya penggunaan Narkoba dan Obat terlarang bagi generasi muda di Kabupaten Seram Bagian Barat maka Kesra Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar kegiatan sosialisasi Bahaya Narkoba dan Obat Terlarang di aula pertemuan Gereja Elohim Piru.

Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Seram Bagian Barat, Drs. Paulus.CH. Pical,M.Si.

Dalam sambutannya Drs. Paulus.CH. Pical,M.Si  mengatakan generasi muda kita seakan dihanyutkan dengan pola hidup mengkomsumsi narkoba dan obat terlarang. Kecenderungan ini memaksa kita sebagai aparat Pemerintah untuk tegas memberikan pengertian dan bimbingan kepada generasi muda di Kabupaten SBB guna menghindari bahaya Narkoba dan obat terlarang, yang terus berada dalam lingkaran generasi kita penunjang pembangunan bangsa dan Negara.

Katanya pula, narkoba dan obat terlarang baik itu pemakai maupun pengedar adalah tindakan melawan hokum yang harus diganjar sejak dini. Begitu banyak generasi muda maupun masyarakat yang telah dijerat dengan peraturan dan Undang-Undang tentang psikotropika dan obat terlarang.

“Seiring dengan permasalahan yang demikian kompleks, maka perlu dilakukan upaya-upaya secara kontinyu untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan elemen serta stake holder terkait, pasalnya narkoba dan obat terlarang sangat diharamkan oleh agama karena sangat merusak akhlak, moral serta tatanan kehidupan bermasyarakat. Segenap elemen agamapun terus menyuarakan permasalahan ini melalui mimbar-mimbar pemberitaan dan menjadi salah satu upaya yang sangat terintegritas.” Ucap Asisiten satu.

Lanjutnya, narkoba dan obat terlarang baik itu pemakai maupun pengedar adalah tindakan melawan hokum yang harus diganjar sejak dini begitu banyak generasi muda maupun masyarakat kita yang telah menjadi korban pengedaran narkoba dan obat terlarang serta zat-zat adiktif lainnya. Hal ini mengakibatkan hukuman badan yang berujung rusaknya masa depan dan kesempatan dalam meraih suatu kesuksesan.

Kegiatan yang dikhususkan kepada 60 pemuda dan pelajar di Kabupaten SBB yang berasal dari 9 kecamatan dilingkup Pemda SBB tersebut dibekali dengan berbagai materi diantaranya bahaya narkoba dan obat terlarang ditinjau dari segi keagamaan, pendidikan, kesehatan, pengaruh narkoba dan obat terlarang serta upaya-upaya rehabilitasi dan bahaya narkoba dan obat terlarang di tinjau dari segi hukum.

LEAVE A REPLY