Piru – Serah terima jabatan merupakan hal yang biasa terjadi dalam sebuah proses dan mekanisme organisasi dan sesuai dengan konstitusi organisasi, sebagaimana juga yang terjadi dalam institusi gereja Protestan Maluku secara berjenjang. Hal ini disampaikan oleh Asisten 1 Setda Kabupaten Seram Bagian Barat, Drs Paulus.C. Pical,M.Si saat membacakan sambutan Bupati SBB pada acara Serah Terima Jabatan Ketua Klasis GPM Kairatu dari pejabat lama Pdt Jan. Z. Matatula, S.Th kepada Pejabat baru Pdt Z.J. Sahertian, S.Si yang bertempat di Gereja Pniel Jemaat GPM Kairatu, Minggu 22 Juli 2018.

Proses tersebut disamping merupakan isyarat dari regulasi gereja yang berlaku, juga menunjukan adanya suatu proses kaderisasi kepemimpinan gereja pada aras klasikal dan mengindikasikan dinamisasi institusi yang progresif sebagai seorang pimpinan gereja yang bekerja dalam kebun anggur Tuhan, tentu saja menyadari secara sungguh bahwa jabatan merupakan anugerah dan tanggung jawab yang dipercayakan oleh Tuhan untuk melayani semua umat dan pekerjaan-Nya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten SBB, dan juga selaku pribadi, Bupati menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya disertai penghargaan dan terima kasih kepada pendeta Jan Matatula yang telah melaksanakan tugasnya sebagai ketua Klasis GPM Kairatu. Dimana selama kepemimpinannya, telah memberikan andil yang berarti dalam memajukan pelayanan gereja dijajaran Klasis Kairatu secara khusus, dan juga bersama pemerintah daerah memajukan pembangunan iman, mental spiritual sebagian masyarakat di daerah ini sebagai modal dasar pembangunan Kabupaten Seram Bagian Barat kedepan. Bahkan dalam berbagai moment dan kondisi pun gereja sebagai mitra pemerintah, selalu berperan aktif dalam mensuport berbagai program pemerintah daerah.

Dan kepada pendeta Ety Sahertian, sebagai Ketua Klasis yang baru, diharapkan agar apa yang telah terjalin selama ini, akan dapat ditingkatkan lagi. “Mari kita lanjutkan visi dan misi bersama antara ereja dan pemerintah daerah, dalam memajukan umat dan masyarakat yang ada di klasis dan kabupaten ini secara terintegral. Karena tantangan pembangunan kedepan akan semakin menantang, dan menuntut kerja keras dari semua elemen masyarakat, tokoh masyarakat termasuk pemuka agama” tandas Bupati.

LEAVE A REPLY