Hatusua: Peranan aktivitas Pariwisata saat ini sangat penting dalam upaya pembangunan perekomian masyarakat, walau secara riel saat ini kita terdampak oleh covid 19, dan imbasnya pada sector Pariwisata menjadi sangat terpuruk termasuk di Kabupaten Seram Bagian Barat. Banyak usaha jasa dan industry Pariwisata sementara ini ada yang tertutup, seperti Akomodasi perhotelan, penginapan, pondok wisata, homestay dan jasa transportasi wisata akibat ketiadaan tamu. Hal ini dikatakan oleh Asisten III Setda Kabupaten Seram Bagian Barat Ir. Alfin Tuassun. SP.M.Si

Turut hadir pula pada kegiatan tersebut, Perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Kadis Pariwisata Kabupaten SBB, Kadis Kesehatan Kabupaten SBB, Camat Kairatu, dan Penjabat Desa Hatusua.

“Kondisi ini tentu sangat berpengaruhi pada peningkatan pendapatan devisa Negara dan berdampak langsung pada pembangunan ekonomi bangsa dan Negara kita dan bahkan dunia internasional sekarang ini. Untuk itu, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Barat menggelar pelatihan Pemandu Wisata Kuliner bagi pengelolah usaha kuliner saat ini dalam menghadapi normal baru pandemic vocid-19”, Ucapnya

Katanya Pula, kegiatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata ini memiliki dampak terhadap pembangunanhidup manusia akan pangan, olehnya manuntut masyarakat untuk berdaya cipta menghasilkan kuliner yang tidak saja memenuhi kebutuhan, tapi memenuhi berbagai selera, dan memiliki keunikan yang khas, yang akan menjadi daya tarik wisata unggulan agar dapat berkompetisi di pasaran.

Untuk itu,sejak berlakunya tatanan kehidupan normal baru yang ditandai dengan mulai dibukanya tempat-tempat wisata dan pusat-pusat perekomian diharapkan kuliner akan bangkit dan berkembang lagi, maka sudah semestinya kualitas produk dan kualitas pelayanan menjadipersayaratan uatama.

“Pelatihan pemandu wisata kuliner yang dilaksanakan Dinas Pariwisata harus dapat meningkatkan kualitas dankopetensi tata kelola dan palayanan produk kuliner yang kompitibel, mampu meningkatkan kualitas SDM dan daya saing serta pelayanan kepada wisatawan di daerah sehingga melahirkan pemandu wisata dan pengusaha kuliner yang handal, kreatif, inovasi secara multiplayer efek guna pengembangan potensi kuliner dan belanja.”jelasnya.

Asisten III, mengingatkan sesuai dengan visi misi Pemerintah Daerah yang telah menetapkan tiga sector pembangunan daerah yakni pada sektor Perikanan, pertanian dan sector pariwisata yang ketiganya memiliki potensi yang unggul dan besar, maka pemandu dan pelaku industry jasa dan usaha pariwisata sudah mesti siap untuk berkopetensi dengan para pelaku usaha daerah lain.

Olehnya itu, Asisten III berharap melalui kegiatan ini dapat merubah mindset kita pada aspek hospitality atau pelayanan dan keramahan sebagai tuan rumah yang baik. Karena dari situlah kita meyakini adanya dampak ekonomi bagi usaha kita dan daerah lain. Olehnya pelatihan ini cukup strategis bagi Pemerintah khususnya pelaku pariwisata dalam mempersiapkan diri menghadapi tatanan kehidupan normal baru sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“ Dinas Pariwisata harus secara serius mempersiapkan SDM yang berkompeten dan kredibel sehingga mampu memberikan pelayanan prima . kepada para peserta pelatihan dirinya berharap agar dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggungjawab agar hasilnya pun dapat diimplementasikan secara optimal demi meningkatkan suaha kuliner para peserta”,harap Asisten III.

LEAVE A REPLY