Dalam rangka menjamin keamanan pangan bagi masyarakat Indonesia, maka Badan POM Republik Indonesia menyelenggarakan Program Pasar Aman dari Bahan Berbahaya serta meningkatkan kepedulian dan pengetahuan pedagang pasar tentang keamanan pangan secara umum dan di pasar secara khusus, perlu dilakukan penyuluhan kepada pedagang pasar agar mereka dapat menjual produk pangan atau bahan tambahan pangan yang aman dari bahan berbahaya.

Kegiatan tersebut bertempat di Pasar Piru Kabupaten Seram Bagian Barat, Balai POM di Ambon melaksanakan penyuluhan komunitas pasar bersama dengan petugas pasar dan didampingi langsung oleh Drs. Soleman Kibas selaku Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten SBB. Kegiatan pasar aman di Kabupaten SBB dilaksanakan bersinergis dengan kegiatan PJAS dan GKPD yang berlokus di desa stunting Kabupaten SBB. Karena Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di masa pandemi Covid-19, maka penerapan protokol kesehatan tetap dijalani. Kegiatan yang dilakukan mendapatkan antusiasme dari pedagang maupun pembeli. Penyuluhan yang diberikan terkait bahan-bahan berbahaya seperti Boraks, Formalin, Kuning Metanil (Methanil Yellow) dan Rhodamin B. Adapun pedagang yang mengikuti penyuluhan berjumlah 25 orang.

Kepala Disperindag Kabupaten SBB menyampaikan apresiasi kepada BPOM Ambon yang telah aktif melakukan penyuluhan terhadap pedagang komunitas Pasar SBB terkait keamanan pangan di pasar tradisional. Beliau juga pada kesempatan ini turut serta membagikan dan memasangkan masker bagi pedagang pasar.

Kepala BPOM di Ambon, Dra. Hariani, Apt menghimbau masyarakat agar tetap waspada dalam menjual atau membeli produk pangan, selalu menerapkan protokol kesehatan dan tentunya memperhatikan Cek KLIK yaitu Cek Kemasan, Label, ijin Edar dan Kadaluwarsa.

Dengan demikian, diharapkan peredaran bahan berbahaya di pasar tradisional dapat dihilangkan.

LEAVE A REPLY