Piru– Dinas Pariwisata kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mengadakan pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata kepada para pelaku Usaha Pariwisata, Kamis (5/11/2020) bertempat di Aula Indago Resort Pulau Osi, Desa Eti kecamatan Seram Barat. Pelatihan ini bertujuan membangun paradigma baru pengembangan dunia Pariwisata di Kabupaten bertajuk Saka Mese Nusa.
Hal ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009, tentang tujuan pembangunan Kepariwisataan, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, memajukan kebudayaan, dan mengangkat citera bangsa.
Kepala bidang (Kabid) pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Jenny Dacosta dalam paparaannya mengatakan, mengembangkan dunia Pariwisata, terdapat 3 faktor penting yang harus diperhatikan, yaitu Aksesibilitas, Atraksi dan Anenitas.
Menurut Dacosta, pembangunan pariwisata itu sendiri didasarkan pada Norma/kaidah yang berbasis budaya, masyarakat, serta berbasis lingkungan.
“Karena masyarakat adalah subjek, segala cipta budi cipta rasa, karsa masyarakat merupakan budaya. Karena itu, alam yang merupakan ciptaan Tuhan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Dacosta.
Dengan demikian, maju mundurnya Dunia pariwisata tergantung langkah-labgkah strategi yang diambil dalam lengelolaan Destinasi wisata pada suatu daerah. Seperti Penguatan Stakeholder, penguatan kelembagaan/pengelolaan, penguatan komunikasi dan pemasaran, penguatan dampak, penguatan bisnis, penguatan SDM, penguatan jejaring dan koneksivitas serta penguatan pelayanan.
“Aspek-aspek inilah yang nantinya menjadi indikator keberhasilan pengelolaan sebuah destinasi Wisata. Sebab, apabila tata kelola destinasi wisata sudah baik, maka jumlah wusatawan pasti meningkat, waktu kunjunganpun akan lama dan pengunjung akan sering berkunjung,” terangnya.

LEAVE A REPLY