Anggota Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Rahmat Bagja mewanti-wanti ‘buzzer’ media sosial yang sering menggugah konten ujaran kebencian, fitnah dan kabar bohong.

Saat ini, Bawaslu bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum ( KPU ), Kementrian Komunikasi dan Informatika ( Kemkominfo ), dan Polri memantau konten-konten negatif tersebut di linimasi.

“Ada peraturan Bawaslu dan MoU kami dengan Kemkominfo, KPU dan Polri, yang akan fokus mengawasi bukan hanya akun resmi (peserta pemilu), tetapi juga akun tak resmi. Jadi siap-siap,” ujar Bagja dalam acara diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5/2018)

” Sekarang sudah mulai bergerak, akun-akun yang tidak resmi yang menggugahnya konten ftnah, black campaign, itu langsung akan diproses, ” lanjut dia

Tidak hanya konten negatif terkait Pilpres 2019, namun konten negatif yang disebar dalam konteks Pilkada serentak 2018 juga tidak luput dari pemantauan

Bagja mengatakan bahwa salah satu bentuk penindakan akun-akun penyebar konten negatif, adalah pembekukan akun

” Kalau akunnya terus ada, tapi kita sibuk cari orangnya, akunnya itulah yang bakal terua membuat konten-konten di masyarakat. Oleh sebab itu, kami merekomendasi ke Kemenkominfo melakukan “take down” atau “freeze” akun-akun itu. Jadi akun itu tidak bisa menyiarkan lagi, ” ujar Bagja

Kebijakan ini, lanjut Bagja, adalah demi mewujudkan pesta demokrasi yang jujur, adil dan tetap menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat ( sumber : KOMPAS.com )

LEAVE A REPLY