Malukuprov.go.id : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengakui, dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, seluruh argumen mengenai pengelolaan gas abadi Blok Masela, baik yang setuju di laut (offshore) maupun di darat (onshore) telah dikemukakan dengan terbuka tanpa pretensi apapun.

“Kami sepakat saya kira bahwa Presiden pasti akan mengambil keputusan yang terbaik bagi bangsa, bagi pembangunan daerah, bagi pertumbuhan ekonomi wilayah daerah,” kata Sudirman usai rapat terbatas di Kantor Presiden.

Menurut Menteri ESDM, pesan Presiden adalah apapun yang dipilih maka yang paling utamakan adalah bagaimana keberadaan Proyek Masela itu bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi setempat.

“Jadi tahapan berikutnya adalah, Presiden akan mengundang pihak Inpex dan Shell, kemudian sesudah itu barangkali dalam waktu dekat akan segera difinalkan,” pungkas Sudirman.

Yang Penting Rakyat Maluku Sejahtera

Sementara itu Gubernur Maluku Said Assagaff yang hadir dalam rapat terbatas soal pengelolaan gas abadi Blok Masela mengapresiasi rapat yang dipimpin oleh Presiden Jokowi itu, yang meminta pendapat dari pemerintah daerah.

“Yang penting bagi kami rakyat saya, rakyat Maluku akan sejahtera apabila pertumbuhan yang terjadi dalam beberapa tahun yang akan datang terkait pengembangan gas di Pulau Masela. Saya berterima kasih bisa mendengar beberapa tentang perbedaan dan itu menjadi masukan yang sangat berharga,” kata Gubernur Maluku seraya menegaskan keyakinan, apa yang diputuskan oleh Presiden akan diterima semua pihak dan dengan senang hati karena ini untuk kepentingan rakyat banyak. (beritajokowi.com/BP)

LEAVE A REPLY