Piru-Gempa bumi masih saja mengguncang Ambon dan sekitarnya, sejak tanggal 26 September 2019 sampai sekarang.Dan para pengungsi masih saja berada dan menetap di lokasi pengungsian.

Perhatian dan simpati terus saja berdatangan untuk memberikan bantuan kepada para pengungsi. Dan salah satu bantuan datang dari Biro Psikologi SSDM Polri, Kamis 17/10/2019.

Kepala Biro Psikologi SSDM Polri turun langsung dalam pemberian bantuan kepada korban pengungsian serta trauma healing kepada korban anak-anak bencana gempa bumi di Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat.

Selain memberikan bantuan berupa bahan pokok kepada korban pengungsian, makanan serta beberapa Bantuan lainnya agar dapat digunakan selama mereka berada di lokasi pengungsian, Kepala Biro Psikologi SSDM Polri juga memberikan bantuan berupa Trauma Healing untuk memastikan kondisi anak-anak korban bencana, dengan memberikan hiburan serta dukungan secara psikis untuk meminimalisir dampak traumatis yang dihadapi pasca bencana Gempa Bumi yang mengguncang Ambon dan sekitarnya.

Bantuan serta Trauma Healing diberikan sebagai sebagai rasa kepedulian terhadap para Korban pengungsian di Kab.SBB khususnya di kecamatan Kairatu.

saat pelaksanaan Trauma Healing

Bantuan diserahkan langsung oleh ketua Biro Psikologi SSDM Polri Yudawan dan didampingi beberapa Staf Biro Psikologi dan diterima langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan. Bantuan langsung diberikan di lokasi pengungsian.

Saat memberikan bantuan, Yudawan menyampaikan agar kiranya bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi para korban pengungsian terutama trauma yang diderita anak-anak korban gempa bumi agar segera pulih dan mereka dapat beraktivitas sebagaimana selayaknya.

Staf Ahli Bupati, mengucapkan terima kasih kepada kepala Biro Psikologi SSDM Polri beserta staff yang turun langsung ke tempat pengungsian atas Simpati serta rasa kepedulian terhadap korban Gempa Bumi di Kab.SBB.

Beliau  mengharapkan agar bantuan yang diberikan dapat meringankan penderitaan korban Gempa Bumi. Dan kepada anak-anak korban gempa agar mereka tidak merasakan trauma yang berkepanjangan.

LEAVE A REPLY