Dalam blusukannya ke RSUD Piru, senin 21/10/2019, Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat M. Yasin Payapo menyoroti soal Pelayanan dan system manejerial pihak Rumah sakit yang dinilainya tidak maksimal soal pelayanan kepada masyarakat.

“ada hal penting yang ingin saya tanyakan dihadapan bapak ibu sekalian, kenapa sampai hari ini itu masih ada pasien yang durujuk ke rumah sakit lain, padahal dari sisi penyakitnya itu tidak terlalu parah”‘, Tanya Bupati.

Payapo beralasan bahwa dalam hal ini system pelayanan dan komitmen dari para pihak rumah sakit yang dinilainya tidak terlalu serius dalam menjalani tugas dan fungsinya.

“menjadi seorang dokter, perwat dan lain sebagainya itu butuh naluri kemanusian, jadi tolonglah layani masyarakat saya yang jumlahanya sekitar 200 ribu lebih jiwa ini dengan baik”, Lanjut Bupati.

Ditempat yang sama dr. Roy Geral Matahelomual yang bertugas di RSUD piru menuturkan bahwa terkait dengan pelayanan sebagian besar karena sara penunjang yang kurang memadai semisal obat-obatan maupun ruang laboraturium.

Bupati saat melakukan dialog dengan para Dokter dan pihak Rumah Sakit

Mendengar keluhan tersebut, Bupati sangat menyayangkan hal demikian, sebab munurutnya laporan yang ia terima dari Direktur rumah sakit saat ditanyakan soal fasilitas selalu dijawab sudah tersedia.

“oke, ini hanya soal komunikasi. Direketur anda yang bulan kemarin sudah pensiun selalu melaporkan soal kelengkapan sarana penunjang, dan ternyata laporannya tidak terbukti kebenarannya, dan lebih dari satu kali informasi yang saya dapat langsung dari pasien yang dirujuk karena tidak ada dokter ditempat”, tandas payapo.

Olehnya itu Bupati berharap dalam waktu dekat setelah ada Direktur Rumah Sakit yang baru akan dibinahi secara perlahan agar tidak ada lagi masyarakat SBB yang merujuk lagi ke rumah sakit lain.

LEAVE A REPLY