Piru – Sedari pagi, mesjid jami Al-Muhajirin Desa Piru terus menggemakan takbir menyambut hari raya Idul Adha 1442 H 2021 M. Masyarakat muslim di Desa Piru dan sekitarnya, berbondong-bondong memenuhi mesjid jami utk melaksanakan sholat ied dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Terlihat juga sejumlah pemuda yang membagikan masker kepada jamaah yang tidak menggunakan masker.

Bertindak sebagai imam pelaksanaan Sholat Ied kali ini adalah Imam Mesjid Jami AlMuhajirin Piru dan khatib Bpk La Budiman, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seram Barat. Turut hadir dalam pelaksanaan sholat ied ini Bupati SBB, Drs H. M. Yasin Payapo, MPd, didampingi beberapa pimpinan OPD muslim, Kapolsek Piru dan pejabat lainnya.

Dalam khotbahnya, La Budiman mengatakan Hari Raya Idul Adha adalah Hari Raya seluruh umat. Hari raya adalah kegembiraan umat Islam di seluruh dunia. Hari raya adalah kegembiraan bersama. Hal ini terimplementasikan bagi orang yang mampu berqurban, dan membagikan daging hewan qurban kepada orang-orang yang tidak mampu, yang sebagian dari mereka mungkin hanya merasakan daging setahun sekali.

Sebagai upaya untuk menjadikan hari raya sebagai kegembiraan bersama, seyogyanya menyambut hari raya dengan mempersiapkan diri kita untuk berbagi dengan yang lain.

“Ketika kita berkumpul bersama ayah-ibu kita, bersama anak-anak kita, teman-teman kita dan orang-orang yang kita cintai dalam rangka makan bersama pada moment hari raya, ingatlah bahwa disana masih banyak anak-anak yatim yang tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua mereka, disana ada janda/duda yang bekerja membanting tulang mencari nafkah untuk menghidupi anak-anak mereka. Ingatlah bahwa di berbagai tempat banyak orang yang kehilangan pekerjaan pada musim pandemi ini”.

Kita hadirkan dalam hati, bahwa pada saat kita membantu orang-orang yang membutuhkan arau mendoakan mereka, pada hakekatnya kita sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri (QS Al-Isra :7)

Lebih lanjut, Budiman mengatakan kepada mereka yang terdampak covid 19 atau mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya yang disebabkan berbagai masalah, ingatlah bahwa musibah yang menimpa kita belum sebanding dengan apa yang menimpa Nabi Ibrahin AS dan Nabi Ismail AS beserta keluarga mereka.

Berkat takwa, sabar dan tawakal serta kerinduan total yang ditunjukan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, Allah kemudian memberikan jalan keluar dan mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba jantan yang besar dan berwarna putih yang dibawa malaikat Jibril dari surga.

Diakhir khutbahnya, Budiman mengajak kepada semua jamaah untuk berdoa, semoga Allah sWT menghindarkan negara kita secara khusus dan seluruh negeri umat Islam secara umum dari segala bala’ dan bencana, musibah, wabah, kemungkaran, keburukan, kekejian, berbagi kesulitan dan kesusahan. Semoga Allah SWT menggantinya dengan kelembutan iman, kekuatan persaudaraan, kelimpahan rezeki, kemudahan beribadah serta rasa cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW.

 

LEAVE A REPLY