BUPATI DAN WAKIL BUPATI LETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH JEMAAT RUMAHKAY

0
88

PIRU.  Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Barat lakukan Peletakan Batu Pertama Pembanguan Gedung Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat  Rumahkay kemarin siang. Peletakan batu pertama ini mengawali seluruh proses pembangunan pada gereja itu. Acara tersebut dipusatkan di Negeri Rumahkay Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Rencana anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan gedung gereja tersebut sebanyak Rp. 2.118.483.000,- (dua miliyar serratus delapan belas juta empat ratus delapan puluh tuga ribu rupiah) dengan luas bangunan sebesar 12 x 24 meter persegi. Keseluruhan anggran tersebut bersumber dari swadaya anggota jemaat, donator dan bantuan pemerintah daerah.

Turut menghadiri acara, Bupati dan Wakil Bupati beserta istri, Ketua Daerah Misi Maluku beserta rombongan, Kajari SBB, Wakapolres SBB, Seluruh Pimpinan OPD di Lingkup Pemerintah Kab. SBB, Camat Amalatu, Ketua dan Anggota BPD Negeri Rumahkay, Penjabat Negeri Rumahkay, Penjabat dan Saniri Negeri Rutong, Ketua majelis Jemaat GPM Negeri Rumahkay, Para Kepala Sekolah dan Dewan Guru TK sampai SMU Se-Negeri Rumahkay serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Negeri Rumahkay.

Mengawali sambutannya, Bupati mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa mengucapkan piji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Esa atas perkenaan dan penyertaannya sehingga kita dapat menghadiri seluruh rangkaian acara peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja masehi advent jemaat ketujuh dan semoga pembangunan gedung gereja terlaksana dengan baik dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Dikatakan oleh Bupati, Kabupaten SBB merupakan salah satu wilayah yang kondusif karena ditopang oleh komitmen dan kewaspadaan pemerintah dan komunitas keagamaan  yang kompak dan bertekad agar suasana rukun yang terbina sudah terbina tiodak tercemari oleh factor-factor luar. Tentu banyak factor yang mendukungnya, diantaranya factor adat iostiadat yang kuat, tali kekerabatan yang masih kokoh, kegiatan lintas agama, dan adanya penanganan kasus yang cepat oleh aparat keamaan.

Rumah Ibadah bagi setiap agama merupakan pusat kegiatan dan kebudayaan. Kebedaraan rumah ibadah merupakan kebutuhan kita semua, kata Bupati. Upaya pembangunan fisik non pemerintah tidaklah gampang karena membutuhkan dana yang besar.  Namun esensi pembangunan rumah ibadah adalah pembangunan hidup kita yang mengutamakan Tuhan, lanjutnya.

Saya sungguh mengapresiasi inisiatif dan kerja keras masyarakat dan jemaat rumahkay, juga panitia pelaksana  dan dukungan dari Pimpinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Maluku untuk pembangunan gereja ini. Pemerintah Daerah tentunya akan selalu mensuport upaya penyelesaian pembangunan gedung gereja ini, kata Bupati lebih lanjut. Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Daerah, saya sampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas semua atensi yang besar dalam kehidupan umat beragama di Bumi Saka Mese Nusa ini. Saya ucapkan terima kasih yang mendalam kepada Pimpinan Gereja Daerah Misi Maluku, Pimpinan Jemaat dan Unsur Pelayan Dalam Jemaat Rumahkay yang turut mensukseskan moment peletakan batu pertama pembangunan gereja baru saat ini.

Mengakhiri sambutannya, kepada Panitia, Bupati berpesan sebagai hidup orang basudara mari katong biking bae, biking bae-bae, dan biking par kasi bae samua pelayanan ini kepada Tuhan Yang Maha Esa agar berkat dan pahala yang katong tarima sesuai deng yang katong lakukan. Mari katong jaga persaudaraan deng kerukunan ini antara katong samua serta katong tingkatkan nilai-nilai ketuhanan dalam hidup dan kerja

(Reporter : Staf Dinas Komunikasi dan Informatika, Christy A.R. Mawene)

 

LEAVE A REPLY