Gemba – Setelah melaksanakan istiqosah dan dzikir akbar beberapa waktu lalu di mesjid Muhajirin Piru, Kantor Kementerian agama Kab SBB bekerja sama dengan Badan Amil Zakat, Infaq dan shadaqah Kab SBB kembali menggelar Istiqosah dan Dzikir Akbar di Mesjid Nurul Falah Desa Waimital Gemb,siang ini 22 Oktober 2019.

Ustadz Arsal Tuasikal saat memberikan tausiah

Dalam tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Arsal Tuasikal, beliau menjelaskan,  ada dua dosa yang membuat dipercepatnya sebuah bencana yakni pertama dosa syirik. Dan dosa kedua adalah perbuatan mesum berjamaah. Jika semua perbuatan zina sudah dilakukan dan tidak ada yang melarang, maka tunggulah azab yang akan Allah berikan.

“Ketika perbuatan-perbuatan zina, sirik dan hal buruk lainnya terus kita lakukan, kenapa ketika bumi berguncang kita takut ? berhentilah berbuat maksiat saudara-saudaraku. Taubatlah sebaik-sebaiknya taubat. Saya usulkan kepada pa Bupati, undanglah raja-raja desa muslim, berlakukanlah desa tanpa pesta, tanpa minuman keras, tanpa perbuatan maksiat sehingga Allah menjadikan negeri kita negeri yang bebas dari bencana Allah, daerah yang baldhatun thayyibatun warabbun ghafuur” jelas Tuasikal.

Bupati SBB saat memberikan arahan

Sementara dalam arahannya, Bupati menyampaikan setiap saat ketika kita bernafas, sejatinya kita sementara berdzikir. Untuk itu nafas dzikir ini harus selalu menjadi kekuatan kepada kita dalam beribadah.

“Bencana ini hendaknya kita maknai sebagai cobaan, bukankah allah memberikan cobaan kepada hambaNya karena Allah tau hambaNya itu mampu dan sanggup. Kembalilah ke rumah masing- masing beraktivitas seperti biasa, namun tetap kita berikhtiar. Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada TNI Polri, MUI, Kemenag, Baznas, HMI, BMKG, dan semua elemen yang telah membantu kita sejak kejadian hingga saat ini. Hanya Allahlah yang akan membalas semua budi baik ini”. lanjut Payapo.

 

 

LEAVE A REPLY