PIRU-Panas pela merupakan salah satu modal sosial yang khas akan kultur hidup orang basudara di bumi maluku,karenanya pela merupakan sebuah perserikatan ataupun ikatan persaudaraan dari dua atau lebih begeri berdasarkan adat,panas pela tersebut di rasakan oleh lima negeri ini yaitu negeri rambatu,akolo,liang maiya,mamala dan morela terikatat dalam sebuah pela sumpah darah yaitu mansamanuei dan yapito patai,panas pela tersebut berlasung secara bersamaan di negeri rambatu Kecamatan inamosol Kabupaten Seram Bagian Barat bagian barat,kamis (26/10).

Dalam acara sakral panas pela ini juga di saksikan oleh Stap ahli gubernur bidang ekonomi dan keuangan daerah Roni SW Tairas S.sos, Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat Moh Yasin Payapo. Wakil bupati,Timotius Akerina dan sejumlah SKPD lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat

Staf ahli gubernur Roni sw tairas mengatakan,” bahwa panas pela merupakan sebuah ikatan sosial persaudaraan yang mampu melintas batas-batas suku, budaya dan adat maupun agama yang terkandung dalam hubungan panas pela seperti saat ini kita saksikan pengankatan sumpah antara mansamanuei dan yapito pataiö.pela juga sangat mencirikan wacana kontekstual anak negeri orang maluku yang memberikan semacam kode pemikiran serta sebuah petunjuk tentang misteri dalam sebuah sejarah,dan bahkan bersifat antropormorphis serta bersifat sosial rekigius.ungkapnya

Di tempat yang sama pun di sampaikan bupati Kabupaten Seram Bagian Barat Drs. Muhamad Yasin Payapo, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan,acara sakral panas pela merupakan budaya yang tekandung dalam sebuah nilai ajaran budaya lokal, panas pela juga mengajarkan kita akan sebuah sejarah yang telah lama puna dan kemudian di angkat kembali untuk mengingatkan generasi kita akan sebuah ikatan persaudaran pela gandong,”paparnya.

Kiranya kita akan selalu mengingat akan sebuah sejarah yang berubah menjadi saudara,kita juga perlu sadari bahwa hidup pela gandong akan selalu terjaga sampai generasi berikutnya dan selalu melestarikan budaya pela gandong sebagai ikatan sakral dalam sebuah sumpah pangkas Bupati.

LEAVE A REPLY