Piru- Bupati SBB Drs. M Yasin Payapo, M.Pd, Wakil Bupati SBB Timotius Akerina, SE, M.Si yang didampingi Sekretaris Daerah Mansur Tuharea, SH dan sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemkab SBB menghadiri acara peletakan batu penjuru gedung gereja Imanuel Jemaat GPM Imanuel di Kompleks Manipa Piru. Turut hadir pula pada kegiatan tersebut, Forkopinda Kabupaten SBB, Majelis Pekerja Harian Sinode GPM Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta para undangan lainnya.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, Selaku umat kristiani pembangunan bait suci adalah wujud dari tanggungjawab dan kepedulian umat kepada pelayanan bergereja dan jemaat sebagaimana yang telah diamanatkan dalam firman Tuhan. Dengan demikian selaku pemimpin daerah, saya sangat berterima kasih banyak atas berlangsungnya momentum peletakan batu penjuru gedung gereja Imanuel Jemaat GPM Piru. Karena peristiwa saat ini memiliki makna yang mendalam dimana gereja dan pemerintah bersinergikan dalam pembangunan dan pembinaan mental spiritualitas umat secara khususnya dan masyarakat Kabupaten SBB pada umumnya.

Katanya pula, Pembangunan gedung Gereja Imanuel Jemaat GPM Piru memiliki arti bahwa umat telah bersekutu dan bersatu hati bersama dalam memikul tanggungjawab meningkatkan pembiinaan keimanan dan ketaqwaannya kepada Yesus Kristus selaku kepala gereja, maka dalam membangun tatanan kehidupan yang kreatif dan dinamis saat ini selaku warga gereja dan warga Negara Indonesia.

“Kita dituntut dapat memacu rekatan persatuan dan eksatuan, sekaligus menjadi wadah untuk melestarikan nilai-nilai budaya bangsa dan kearifan local yang dimiliki, khususnya di daerah bertajuk Saka Mese Nusa. Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat memiliki komitmen yang kuat dan memberikan dukungan terhadap semua program pembinaan keagamaan, sebab searah dengan misi daerah yaitu “Par Kas Bae”. Semua ini merupakan cita-cita ideal dan harapan yaitu mewujudkan masyarakat Kabupaten SBB yang berbudi pekerti luhur, aman, sejahtera, adil dan bermartabat”. Kata Bupati.

Bupati berharap yang terpenting adalah semangat umat untuk bersekutu dalam membangun penatalayanan, karena semuanya merupakan bagian dari tanggungjawab melayani pekerjaan milik Tuhan, upahnya adalah pahala yang akan umat dapati di akhirat nanti.

“Saya juga mengingatkan umat khususnya Jemaat GPM Piru bahwa akan menjadi modal dasar dalam pembangunan ini yaitu bersatu hati, hilangkan sikap iri hati, cemburu, amarah, dan mementingkan kepentingan sendiri harus ditanggalkan. Karena pelayanan bergereja yang dimaksudkan bukanlah gedung atau bangunan, tetapi bagaimana persekutuan orang percaya yang ada di dalamnya bersatu dan bersekutu dalam membangun rumah Tuhan. Dengan demikian rekatan persatuan dan bersekutu dalam membangun rumah Tuhan’, ingatnya.

Sebelum menutup sambutannya bupati kembali mengingatkan bahwa rekatan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan harus terus kita pelihara sebagai warga gereja dan warga Negara Republik Indonesia.

“Sekarang kita berada pada minggu-minggu Adventus sengsara penderitaan Kristus melalui perayaan paskah pada bulan April mendatang. Makanya, umat diminta untuk lebih dapat menyiapkan diri dalam memaknai pengorbanan Kristus sebagai kepala gereja, yang lebih dulu berkorban bagi umat, dan peribadahan ini menjadi landasan semangat serta arah panduan umat dalam pembangunan gedung gereja imanuel Jemaat GPM Piru”, Tutupnya.

LEAVE A REPLY