Piru – Upacara bendera lingkup pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat pagi tadi langsung dipimpin oleh Bupati SBB, Drs M. Yasin Payapo, MPd selaku Pembina Upacara. Dalam arahannya, Bupati mengatakan bahwa sampai hari ini pengungsi pasca gempa 6,8 SR yang terjadi pekan lalu, Kamis 26 September 2019 pukul 08.46 wit ini, masih bertebaran dititik-titik pengungsian. Meskipun kita telah memberikan pencerahan kepada mereka bahwa gempa yang terjadi dengan skala besar seperti pekan lalu, tidak akan terjadi lagi. Yang sekarang dirasakan hanyalah gempa – gempa susulan yang kekuatannya sudah tidak sebesar yang pertama terjadi.

“Sesuai apa yang disampaikan oleh BMKG saat bertemu langsung dengan saya di posko Waimital, mereka menjelaskan bahwa gempa yang terjadi kamis lalu berpusat di darat, jadi adalah gempa darat, sehingga tidak menimbulkan tsunami seperti yang ramai dibicarakan. Oleh karena itu, saya harapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat berperan aktif memberikan penjelasan dan pencerahan kepada basudara – basudara kita yang masih berada di pengungsian, yang tidak mengalami dampak kerusakan yang berarti, agar dapat kembali ke rumah” pinta Payapo

Lebih lanjut Payapo mengatakan sebagai ASN jangan sekali – kali menyebarkan informasi yang bersifat hoaks, sehingga merisaukan masyarakat. Rasa takut dan waspada pasti tetap ada, namun kehidupan harus tetap berlangsung. Payapo mengatakan, belakangan ini banyak informasi yang bertujuan mengacaukan daerah, dimulai dari isu bantuan dana tanggap darurat 5 milyar, sampai dengan keberadaan posko induk di Waimital karena Payapo lebih mementingkan segelintir orang.

Hal ini langsung dibantah Bupati yang menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah tau dengan adanya dana 5 milyar itu. Sedangkan soal keberadaan posko induk di Desa Waimital, hal itu merupakan keputusan bersama semua Forkopimda Kabupaten SBB dikarenakan pusat gempa berada di Kairatu dan wilayah Kairatu raya terutama desa Waimital adalah desa yang benar-benar terdampak akan bencana itu.

“Semua bantuan yang datang, kami pastikan lewat satu pintu yakni Posko Induk. Bahkan kami audit semua bantuan itu. Sehingga dapat kami ketahui dan prioritaskan pembagiannya pada titik-titik pengungsian yang membutuhkan. Saya ketika bencana terjadi sementara di dalam pesawat menuju Jakarta untuk menghadiri kegiatan,setelah kegiatan siang itu, malamnya saya langsung kembali ke Ambon dan besok pagi pukul 07.30 wit, saya sudah berada di Kairatu. Saya perintahkan agar segera melakukan langkah antisipatif dengan mengeluarkan stok beras, mie instan dan air mineral dari beberapa toko yang ada, untuk segera dibagikan kepada basudara kita yang mengungsi” jelas Bupati.

 

Bahkan sesudah ini, sesuai instruksi saya, saya telah memerintahkan semua OPD untuk melakukan pendataan kerusakan di 5 kecamatan terdampak secara akurat, by name by address, hingga kita akan memiliki data yang valid tentang kerusakan yang masyarakat kita alami. Saya harap, semua OPD dapat bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab.

 

 

LEAVE A REPLY