Piru – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Seram Bagian Barat periode 2019 – 2023 resmi dilantik oleh Bupati SBB dengan Surat Keputusan Nomor   457-486 tahun 2019, siang ini Rabu, 4 Desember 2019 bertempat di gedung Hatutelu Piru.

Turut hadir pada acara ini selain Bupati SBB, terlihat juga Wakapolres SBB, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab SBB, Pasi Ter Kodim Persiapan Piru, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, Pimpinan OPD dan undangan lainnya.

Wakaf dalam bahasa adalah berhenti, tetapi dalam arti bagaimana seseorang bisa memberikan sesuatu kepada orang lain untuk dikelola dan tetap dalam pertanggungjawaban baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT.

“Akhir-akhir ini, kita krisis kepercayaan, namun dengan pengurus BWI yang baru dilantik ini yang notebene anak muda, saya harapkan dapat berlomba – lomba memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang berwakaf” kata Kepala Kementerian Agama Kab SBB, Taslim Tuasikal, SAg

BWI Kab SBB diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Agama Kab SBB. Semua harta wakaf yang semula dikelola oleh Kantor Kementerian Agama, kiranya dapat di atur oleh pengurus Badan Wakaf Indonesia ini. Wakaf pun sudah tidak terpaku hanya pada benda mati seperti tanah, mesjid  dan tanah pekuburan, namun sekarang wakaf sudah lebih fleksibel, misalnya wakaf uang maupun hal lainnya.

Lebih lanjut Tuasikal berharap para pengurus yang baru dilantik sesudah ini jangan diam, tapi bekerja demi kemaslahatan umat.

Sementara Bupati SBB, Drs M. Yasin, Payapo MPd dalam sambutannya mengharapkan agar  Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Seram Bagian Barat ini, dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Aset wakaf yang ada, kiranya dapat dikembangkan secara produktif dan mampu menggali serta memanfaatkan potensi yang tersebar di Bumi Saka Mese Nusa.

Lebih lanjut Payapo mengatakan bahwa wakaf merupakan aset Allah, pelepasan hak milik dari seseorang untuk dihak-kan  kepada Allah, untuk kemaslahatan agama dan manusia, maka kedepan kita harus lebih berhati-hati untuk menjaga aset Allah ini, bagaimana pengelolaannya tentunya dengan penuh kesungguhan.

“Kita akan melakukan upaya bersama – sama dengan lembaga lain dengan bersinergi, tidak lagi melakukan dengan sendiri – sendiri. Kita juga memerlukan langkah progresif untuk mengumpulkan wakaf yang mungkin sja telah berjalan sebelumnya, agar dapat berkontribusi kepada tingkat kesejahteraan umat” tutup Payapo.

 

LEAVE A REPLY