Menyikapi anjuran Tetap di Rumah untuk menghindari tertularnya Covid-19, Bupati Seram Bagian Barat (SBB) M. Yasin Payapo mengajak Warga untuk berkebun sebagai solusi membantu ketahanan pangan di wilayah SBB.

Hal tersebut disampaikan Payapo saat melakukan pertemuan dengan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 SBB dalam rangka mempercepat proses pemberian bantuan bagi Warga tidak mampu di lantai 2 Kantor Bupati SBB, Sabtu (18/4).

“Anjuran tetap tetap di rumah adalah tindakan nonfarmasi agar kita tidak tertular Covid-19, dan saya pikir berkebun juga adalah satu cara bisa menjauhkan kita dari kerumunan”, ujar Payapo.

Dimata Payapo anjuran untuk tetap dirumah adalah cara terbaik untuk menghindar dari virus corona namun memiliki sisi paradoks khususnya bagi warga yang belum berpenghasilan tetap.

Sisi paradoks tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah untuk menjawab kebutuhan ekonomi bagi warga dan berkebun Bagi orang Nomor satu di Bumi Saka Mese Nusa tersebut adalah adalah cara untuk menjaga ketahanan pangan selain dari program pemerintah untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat Covid-19.

“Memang anjuran ini agak memberatkan, tapi saya pikir kita di SBB hampir setiap orang mempunyai lahan kosong yang bisa digunakan untuk berkebun, asal tidak melanggar anjuran pemerintah untuk hindari kerumunan banyak orang”, kata Payapo.

Menurut orang Nomor 1 SBB tersebut, ia telah memerintahkan pada Kepala Dinas Pertanian SBB, Mansur Tianotak untuk mempersiapkan bibit sayuran dan buah-buahan dan lainnya yang nantinya akan dibagikan bagi warga yang berkebun.

” dan pada Dinas Pertanian harus menyiapkan bibit yang nantinya akan kita bagikan disetiap kebun yang ada”, ujar Payapo.

Payapo berharap ajakan berkebun itu harus bisa dilakukan warga SBB sebagai langkah partisipatoris menghadapi krisis pangan jika virus ini masih bertahan selang beberapa bulan ke depan.

“sebab kita tidak tahu kapan virus ini akan berkahir dan langkah ini sebagai ikhtiar bagi kita untuk menghadapi krisis pangan jika terjadi”, Harap Payapo.

LEAVE A REPLY