Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan Tahun 2018 secara resmi dibuka oleh Bupati SBB, M.Yasin Payapo dengan pukul tifa. Acara tersebut dilaksanakan pada pukul 11.30 WIT di Kantor Kecamatan Kairatu Barat.

Turut hadir dalam acara yakni Wakil Bupati SBB, Sekretaris Daerah Kab. SBB, Forum Komunikasi Pemerintah dan Pimpinan OPD Kab. SBB, Camat Kairatu, Kairatu Barat dan Inamosol, Para Kepala Desa/Penjabat Kepala Desa dan Stakeholder se-Kecamatan Kairatu, Kairatu Barat dan Inamosol.

 

Bupati SBB yang didampingi oleh Ketua TP. PKK Kab. SBB, Ibu Hj. Sarifa Karim Payapo serta rombongan disambut dengan tarian adat rakyat Maluku, Tari Cakalele dan dikalungi bunga oleh salah satu anak adat di Kecamatan Kairatu Barat.

Forum Musrenbang Kecamatan Tahun 2018 diikuti oleh tiga kecamatan yaitu Kecamatan Kairatu, Kairatu Barat dan Inamosol dengan jumlah peserta sebanyak 108 orang yang terdiri dari Kecamatan Kairatu 7 desa 40 orang, Kairatu Barat 6 desa 38 orang dan Inamosol 6 desa 40 orang.

Merupakan agenda tahunan yang wajib diselenggarakan dijajaran pemerintahan dan stakeholder baik tingkat desa maupun tingkat nasional serta perwujudan dari pelaksanaan UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang diawali dengan musrenbang desa.

Bupati SBB dalam sambutannya mengatakan “Musrenbang ini diselenggarakan secara bersama dengan maksud agar mendiskusikan dan menyepakati bersama usulan-usulan prioritas musrenbang kecamatan hingga musrenbang kabupaten”. Beliau berharap agar dalam forum musrenbang atau diskusi nanti, peserta atau utusan dari desa lebih fokus pada usulan prioritas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Jangan jadikan forum ini sebagai forum adu argumen semata. Tetapi dapat  melahirkan ide-ide yang cemerlang,kreatif, dan inovatif sehingga berdampak pada perubahan dan pencapaian cita-cita yang ideal sesuai harapan kita bersama yaitu “Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat yang Berbudi Luhur, Aman, Sejahtera dan Bermartabat”.

Semua usulan prioritas tidak mungkin akan terjawab dalam waktu singkat mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah, oleh karenanya diperlukan kejelian dalam menilai prioritas pembangunan, lanjut Bupati.

Tujuan akhir musrenbang ketiga kecamatan ini akan menjadi bahan masukan dalam penyusunan RKPD Tahun 2019 nanti. Dengan demikian kegiatan ini diharapkan bukan sekedar memenuhi persyaratan agenda sistem perencanaan semata, namun lebih terarah dan bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat di Bumi Saka Mese Nusa.         ( Foto by Bhabinkamtibmas Desa Kamal, Brigpol Johni T.Rantetasak )

 

 

 

LEAVE A REPLY