Piru-Bupati Seram Bagian Barat Drs. M Yasin Payapo, M.Pd yang didampingi oleh sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab SBB berkesempatan menghadiri dan membuka dengan resmi Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A). Tahun 2018 di gedung serbaguna Gereja Elohim Piru.

Dalam sambutannya Bupati SBB mengatakan Pemerintah Seram Bagian Barat mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak RI, melalui Dinas Pemebrdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Provinsi Maluku yang telah memilih Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai tempat untuk pelaksanaan kegiatan sosialisasi pencegahan terhadap anak KtP/A Tahun 2018

“Kegiatan ini diharapkan dapat menajdi moment yang penting dalam rangka mengingkatkan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak serta upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak dari berbagai tindak kekerasan serta dapat ditindak lanjuti dengan penyusunan berbagai kebijakan ditingkat daerah menyangkut hal tersebut. ” ucap Bupati.

Lanjutnya, berdasarkan data sistem informasi online perlindungan perempuan dan anak (SImfoni PPA) Tahun 2017 terdapat 244 kasus yang dialami oleh perempuan dan anak di Provinsi Maluku. Anak-anak yang megalami kekerasan usianya berkisar antara 8-17 tahun, dan kasus yang dialaminya adalah pelecehan seksual, dan penelantaraan dalam keluarga, sementara kasus kekerasan terhadap perempuan kebanyakan adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ada berbagai factor penyebab terjadinya masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak, antara lain; pertama masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang kekerasan. Kedua; belum sinergitas layanan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan. Ketiga; rendahnya tingkat ketahanan keluarga dalam rangka pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan menetapkan berbagai kebijakan yang dituangkan melalui program dan berbagai kegiatan dalam rangka pencegahan sangat penting. Maka harus dilakukan secara komprenhensif dan dilaksanakan secara kontinyu. Serta melibatkan berbagai unsur dalam masyarakat.

LEAVE A REPLY