Persekutuan Keluarga Besar Gandong Amalopu (Amakele-Lopurisa) Kota Piru menggelar Natal bersama di rumah dinas Wakil Bupati SBB, jalan Jacobus Puttileihalat. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Seram Bagian Barat, Drs. M. Yasin Payapo,M.Pd, Wakil Bupati SBB, Timotius Akerina.SE.M.Si, Sekertaris Umum Gereja Protestan Maluku Pdt. E.T. Maispatella.M.Si, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lingkup Kabupaten Seram Bagian Barat, dan seluruh masyarakat gandong Rumakay-Rutong yang ada di Kota Piru dan sekitarnya.

Pdt. E.T. Maispatella dalam refleksi natal menjelaskan tentang makna natal dalam kehidupan orang basudara, yaitu bakudapa atau perjumpaan. Dimana dalam cerita-cerita Alkitab diseputar Natal menuturkan tentang bagaimana perjumpaan manusia satu dengan yang lain. Tetapi ada juga perjumpaan yang terjadi secara mistis yaitu perjumpaan malaekat dengan Maria, Zakaria dan Yusuf, sekaligus perjumpaan maria dan Elisabeth.

“ Natal itu sejatinya pada peristiwa perjumpaan Tuhan dengan manusia, natal itu juga merupakan cara Tuhan untuk berada ditengah dunia dan manusia. Karena itu, baku dapa, berjumpa, hidup bersama dan basudara merupakan bagian-bagian penting yang memperkokoh pemahaman kita tentang Natal, dan pada malam perayaan Natal Persekutuan Amakele- Lopurisa yang ke 10 kalinya dikota piru, natal itu terjadi dalam hal bakudapa antara gandong Amalopu”. Jelas Sekum.

Sementara itu, Bupati Seram Bagian Barat ketika membacakan sambutannya mengatakan, betapa luhurnya persekutuan anak-anak Amalopu piru dan bernilainya hidup sebagai keluarga karena dapat menghadirkan Tuhan lewat pujian.

Bupati mengharapkan melalui semangat natal Tahun 2017, patut menjadi pelajaran berharga didalam membangun kebersamaan, saling pengertian, hidup secara harmonis untuk untuk peningkatan kualitas kehidupan kita di masa yang akan datang. Dirinya juga menyampaikan penjabaran visi pada periodesasi kepemimpinan saat ini adalah menjamin tatanan masyarakat yang berketuhanan yang maha esa dan dalam misinya meningkatkan kerukunan inter dan antar umat beragama.

Terkait dengan itu, kepada seluruh masyarakat persekutuan anak-anak Amalopu yang bermukim di wilayah Seram Bagian Barat sebagai bagian dari masyarakat untuk tetap terus mempertahankan ketahanan sosialnya yang juga merupakan embrio dalam menciptakan situasi yang kondusif dan harmonisasi kehidupan bermasyarakat.

Untuk itu, Bupati mengajak semua anak-anak Amalopu untuk tidak terkooptasi dalam suatu fanatisme sempit tentang daerah asal yang olehnya dapat menyebabkan timbulnya berbagai klasifikasi kelompok dalam masyarakat. Sebagai Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat Bupati mengucapkan Selamat Merayakan Natal Kristus tanggal 25 Desember 2017 Bagi Umat Kristen yang berada di Kabupaten SBB dan selamat tahun baru 1 Januari 2018 bagi kita semua.

Pada acara Natal anak-anak Amalopu tersebut Bupati, Wakil Bupati, Sekum Sinode GPM dan ketua Persekutuan Amalopu menyerahkan bantuan kepada para Janda dan orang tua yang berada di persekutuan Amalopu.

LEAVE A REPLY