Piru – Bertempat di Kantor Polres Seram Bagian Barat pagi tadi, Bupati menghadiri acara doa bersama antara Forkopimda, Tokoh masyarakat & Tokoh Agama yang dilaksanakan oleh Polres Seram Bagian Barat. Turut hadir jajaran Forkopimda Kabupaten SBB, Ketua MUI, Ketua Muhammadiyah, Tokoh-tokoh Agama dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Payapo mengajak seluruh unsur Forkopimda, instansi vertikal maupun pimpinan OPD agar dapat melaksanakan doa bersama di instansi masing-masing guna keselamatan dan kebaikan bumi Saka Mese Nusa.

“Saya mengajak kita semua, untuk senantiasa lebih mendekatkan diri kita pada Allah SWT, Tuhan YME. Mari kita laksanakan doa bersama di setiap instansi yang kita pimpin, kita doakan daerah kita ini agar senantiasa dijauhkan dari segala musibah, marabahaya dan senantiasa menjadi negeri yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur” harap Payapo

Bencana gempa 6,8 SR yang dialami masyarakat Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat ini merupakan bencana yang tak kita prediksi sebelumnya. Musibah ini mengakibatkan banyak warga ketiga kabupaten/kota ini mengungsi, mengamankan diri. Selain itu sebagian warga juga mengalami dampak langsung dari bencana ini seperti rumah rusak dan terbakar . Sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Kairatu Raya (Kairatu, Kairatu Barat, Inamosol, Amalatu dan Elpaputih). Sebagian saudara-saudara kita itu sampai sekarang masih memilih berada di pengungsian seperti gunung-gunung dan rindam. Payapo  telah memerintahkan semua penjabat desa yang daerahnya terdampak bencana, agar lebih secara detail mendata warganya agar bantuan dapat kita serahkan secara tepat sasaran.

Sementara Kapolres SBB  AKBP Bayu Tarida Butar Butar, SIK dalam sambutannya mengatakan bahwa musibah gempa bumi yang melanda Kab SBB tgl 26 September 2019 kemarin, kiranya dapat menjadi momentum untuk lebih mempertebal iman dan keyakinan kita, spiritualitas kita kepada Tuhan YMK, agar musibah ini tidak lagi terjadi di Kabupaten yang kita cintai bersama ini.

Butar butar juga mengatakan bahwa rasa persaudaraan antara sesama warga terlihat sangat tinggi dengan adanya musibah ini. Warga menjadi saling bantu membantu, tolong menolong tanpa membedakan suku maupun agama. Kepolisian pun akan tetap selalu bersama – sama pemerintah daerah membantu menangani musibah ini.

Dalam acara ini 3 tokoh agama secara bergantian berdoa, yakni Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kab SBB Abduk Gani Wael, SAg, Ketua Klasis seram barat pendeta Reni Haliwella, dan suster dari Paroki Seram Bagian Barat.

LEAVE A REPLY