Piru, Bupati Seram Bagian Barat berkesempatan mnghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Nurul Yasin yang berlokasi di kota Piru kabupaten Seram Bagian Barat. selain Bupati turut hadir pula Gubernur Maluku Murad Ismail, Bupati SBB M. Yasin Payapo, Ketua MUI Maluku Ustad Abdullah Latuoapo, Ketua Yayasan Nurul Yasin Mansur Tuharea, Ketua DPRD SBB Abdul Rasyid Lisaholit serta ketua panitia pembangunan Masjid Nurul Yasin H. Tubaka.
Mansur Tuharea, SH, selaku Ketua Yayasan Nurul Yasin dalam sambutannya mengatakan, Masjid yang dibangun diatas lahan seluas 1,5 Hektar ini, akan menelan anggaran 25 miliar rupiah, dengan penganggaran dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan selama dua tahun.
“Penggunaan nama Nurul Yasin pada bangunan Masjid Agung ini berasal dari dari bahasa Arab dan terdiri dari dua suku kata, yaitu Nurul dan Yasin dan memiliki panjang 38,5 meter dan lebar 42 meter dan diperkirakan dapat menampung 1.500 orang. Sementara bangunan utama yang nantinya akan dibangun diatas lahan seluas 1,5 hektar selain Masjid. Ada Islamic Center, kantor pengelola, 2 menara utama, 4 buah menara Masjid dan 2 buah pos jaga.
lanjut Tuharea, pada peletakan batu pertama ini menggunakan batu yang diambil dari 3 batang air yang ada di kabupaten SBB. Yakni Air Tala, Air Eti dan Air Sapalewa.
Sementara itu, Bupati Seram Bagian Barat Drs. M. Yasin Payapo, M.Pd dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) telah mencanangkan program pembanguan 3 rumah ibadah. Ketiga rumah ibadah tersebut adalah Masjid Agung, Gereja Protestan dan Gereja Katolik.Rencana pembangunan 3 rumah ibadah ini kemudian terkendala dengan masalah lahan. Untuk itu, atas kesepakatan bersama bersama antara pemerintah daerah dan Forum Koordinasi Umat Beragama (FKUB) kabupaten SBB, maka disepakati untuk Masjid agung didahulukan pembangunannya.
“Kita sudah program untuk bangun tiga rumah ibadah. Namun melalui kesepakatan bersama dengan FKUB, maka Masjid didahulukan. Karena, lahan yang akan dibangun dua gereja itu masih dalam penyelesaian. Program pemerintah daerah dalam rangka membangun 3 rumah ibadah ini kata Payapo, dalam upaya meningkatkan sekaligus mengawal toleransi umat beragama baik intern, antar umat beragama dan umat beragama dengan pemerintah”Ucapnya.
“Saya mintauntuk itu, Bupati meminta kepada semua pihak, turut mendoakan kelancaran pembangunan Masjid Agung ini. Sehingga proses pembangunan bisa berjalan lancar dan selesai sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama.” Tandasnya.

LEAVE A REPLY