Bupati Seram Bagian Barat M. Yasin Payapo yang didampingi Wakil Bupati Timotius Akerina dan beberapa jajaran Forkopimda Kabupaten Seram Bagian Barat menghadiri acara Peresmian dan Pentahbisan Gereja Kanaik Jemaat GPM Negeri Lumoly, Klasis GPM Seram Barat, Minggu 29/12/2019.

Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut Payapo menegaskan, seperti dalam Sambutan Gubernur yang ia bacakan, bahwa rumah Ibadah bukanlah sekedar sebuah bangunan arsitektural megah semata.

“tetapi menjadi symbol dan tanda kehadiran Tuhan yang disembah dan dimuliakan, melalui ibadah maupun persekutuan Jemaat”, uangkap Payapo.

Bupati dan Rombongan tiba di desa Lumoly pada pukul 11:00, dan disambut penuh suka cita dengan tarian cakalele yang diperankan oleh puluhan Remaja Negeri Lumoly. Juga turut Hadir saudara Gandong Negeri Luhu yang semakin menambah suasana penuh hikmad itu.

Tarian Cakalele puluhan remaja Lumoly saat menyambut Bupati dan Rombongan

Diluar sambutan Gubernur Maluku, Murad Ismail yang ia bacakan, Payapo juga menambagkan kalau Rumah Ibadah baik itu Gereja, masjid dan lainnya harus menjadi Laboratorium bagi hidup orang basudara, agar hidup dan kehidupan orang maluku yang memiliki ragam budaya dan agama dan hidup saling menyayangi antara satu dan lainnya.

“iya, Gereja harus punya peran, selain memulikan Tuhan, juga harus sebagai Laboraturium untuk membina hidup orang basudara agar kita bisa hidup saling mengenal antara suku, agama dan ras lainnta”, ujar Payapo.

LEAVE A REPLY