Rumakay: Bupati Seram Bagian Barat Drs. M Yasin Payapo, M. Pd yang didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemkab SBB menghadiri acara perayaan hari ulang Tahun ke-51 Wadah Pelayanan Perempuan Gereja Protestan Maluku Tingkat Sinode, di Klasis Kairatu, Jemaat GPM Rumakay.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, momentum perayaan syukuran hari ulang Tahun ke-51 Wadah Pelayanan Perempuan Gereja Protestan Maluku Tingkat Sinode hendaklah terus digalakan karena sebagai salah satu tradisi dan budaya hidup orang basudara di Maluku, yaitu baku dapa dan bakumpul saling melepaskan kerinduan serta merayakan rahmat yang dianugerahkan Tuhan kepada kita selaku umat percaya, karena semuanya ini merupakan bagian dari persekutuan, pelayanan bergereja dan kesaksian dalam memuji dan memuliakan Allah yang maha kuasa.

Katanya pula, lewat perayaan hari ulang Tahun Wadah pelayanan perempuan gereja yang diselenggarakan secara sinodal dapat dimaknai sebagai wujud tanggungjawab gereja dalam memainkan peran dan fungsinya dalam menuntun dan mendorong umat untuk lebih maju dalam meningkatkan kesejahteraan, memajukan generasi yang berpendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta sama-sama memberantas penyakit sosial masyarakat sebagai dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai mana tema perayaan di hari ini yaitu firman Tuhan sumber hikmat dan kebijakan.

“Sebagai wadah pelayanan perempuan gereja, yaitu peranan perempuan di era millennium sekarang ini tidaklah muda karena seorang perempuan akan selalu menjalankan peran dan fungsinya sebagai penerus yang melahirkan generasi baru, pendidikan keluarga, sebagai pendamping suami dalam mencari nafkah, sebagai ibu rumah tangga, dan juga sebagai anggota masyarakat yang memperjuangkan hak-hak kaum wanita, untuk itulah mereka dapat dikatakan sebagai perempuan sejati.” Ucap Bupati.

Untuk itu, Bupati berharap melalui perayaan HUT wadah pelayanan perempuan GPM se-maluku, di klasis GPM Kairatu tidak hanya sekedar berkumpul, namun yang terpenting adalah bagaimana menggerakkan peran perempuan sejati yang dapat diakselerasikan sebagai ide-ide yang inovatif dalam pembaruan bergereja sebab kristus selaku kepala gereja telah mengajarkan kepada semua umat dan mengambil peran sosok seorang ibu Maria yang telah melahirkan dan membesarkan-Nya.

Maka makna sebagai perempuan gereja yang sejati hidup harus berbagi kasih, saling mengampuni dan memaafkan satu sama lainnya, saling membantu bukan saling mengiri, menjaga dan memilihara hidup orang basudara laeng sayang laeng, karena kasih adalah kegenapan hukum yang diajarkan Jesus Kristus selaku penjuru gereja sehingga tercipta rekatan persatuan dan kesatuan sebagai nilai-nilai budaya yang berbhineka dalam konteks orang basudara.

LEAVE A REPLY