Piru-Bupati Seram Bagian Barat Drs, M. Yasin Payapo, M.Pd berkesempatan membuka dengan resmi Pesparani Tingkat Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2019 di gedung Hatutelu Negeri Piru.

Bupati Seram Bagian Barat Drs. M Yasin Payapo, M.Pd dalam sambutannya mengatakan tradisi musik liturgi merupakan kekayaan gereja katolik universal yang tidak terduga nilainya, terutama karena nyanyian-nyanyian kudus dapat mengungkapkan doa dan pujian secara lebih manis, memupuk kesatuan umat, dan memperkaya upacara kudus dengan kemeriahan yang lebih agung, sehingga merupakan bagian mutlak dan integral dari perayaan liturgy suci. Karena itu gereja mengakui, memelihara dan berusaha mengembangkan semua bentuk kesenian sejati.

“Telah kita tahu bersama bahwa pesparani adalah suatu aktivitas seni budaya masyarakat katolik dalam bentuk pagelaran dan lomba music liturgy dan nyanyian dengan tujuan mengembangkan pemahaman, penghayatan dan pengalaman masyarakat katolik terhadap ibadah atau liturgy gerejani. Adalah baiknya jika pelaksanaan pesparani tingkat Kabupaten SBB tahun 2019 ini bukan hanya sekedar banding atau tanding semata, jangan hanya bergerak di bidang paduan suara saja, tetapi berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat dan Umat Katolik Khususnya,” Ucap  Bupati.

Untuk itu, melalui sinergitas LP3N dan LP3KD kita sukseskan pesparani kelima Tingkat Provinsi Maluku di Kota Tual dan Pesparani Kedua di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ini berarti pesparani ini harus memiliki nilai strategis demi memperkokoh semangat persaudaraan, keberagaman, dan kebhinekaan. Umat katolik harus juga membawa warna tersendiri serta duta saka mese nusa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana juga menjadi harapan semua elemen masyarakat SBB yang mencita-citakan untuk kase bae SBB sesuai visi pembangunan daerah 2017-2022,  yaitu mewujudkan masyarakat Kabupaten SBB yang berbudi pekerti luhur, aman, sejahtera, adil dan bermartabat.

“ Saya selaku pemerintah daerah berharap kepada pemimpin gereja dan umat katolik untuk dapat terus bekerjasama, mensinergikan program kerja pemerintah dalam rangka mempercepat pertumbuhan pembangunan masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, memiliki kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki kualitas iman yang tinggi. Perlu juga disadari bahwa baik pemerintah maupun gereja hanya sebagai alat yang dipercayakan untuk melakukan kehendak Allah Bapa di surge, dalam mewujudnyatakan kasih setia-Nya kepada manusia, oleh karena itu malirah kita semua melakukan dengan keikhlasan dan sukacita karena Tuhan itu baik bagi manusia ciptaannya dan kita akan menerima berkat sesuai dengan apa yang kita lakukan.” Harap Bupati.

Diakhir sambutannya bupati juga menghimbau agar dapat melihat serta mengkaji hal-hal atau isu-isu lingkungan yang terupdate dan menjadi kebutuhan sekarang ini. Dimana gempa yang terjadi sampai saat ini yang tentunya memberikan ketakutan yang besar. Untuk itu perlu kita sosialisasikan atau memberikan informasi positif tentang pencemaran dan dampaknya terhadap lingkungan hidup, membangun keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan serta evakuasi yang benar jika terjadi gempa bumi dan jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggungjawab.

Turut hadir pada kegiatan tersebut juga, Asisten II Setda SBB Ir. Alfin Tuasun, SP, Dandim Persiapan Kodim SBB Mayor. Inf. P Hutapea, Perwira Penghubung Kodim 1502 Mayor Mado, Wakil Ketua DPRD SBB La Nyong, Anggota DPRD, Melkisedek Tuhehay, Jodis Rumasoal, sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab SBB, Tokoh Agama dan pendaming serta peserta Pesparani Katolik Tingkat Kabupaten SBB Tahun 2019.

LEAVE A REPLY