PIRU, Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maka Bupati SBB Drs, M. Yasin Payapo, M.Pd berksempatan meresmikan dua buah puskesmas yang terdapat di Negeri Latu, kecamatan Amalatu dan Negeri Elpaputih di Kecamatan Elpaputih. dengan diresmikan kedua puskesmas tersebut sebagai tanda beroperasinya dua puskesmas moderen di Kabupaten SBB.

Puskesmas Elaputih sebelumnya hanya berstatus Pustu dan kini telah berubah status ke Puskesmas Moderen tipe C di Kecamatan Elpaputih. Peresmian kedua gedung kesehatan itu diwarnai Penguntingan Pita oleh Ketua Penggerak PKK SBB Ny. Sarifah Payapo sekaligus Peninjauan Gedung Puskesmas, oleh Bupati bersama Rombongan.

dalam sambutannya Bupati SBB Drs. M Yasin Payapo, M.Pd meminta kepada para pegawai dan Tim Medis yang ada di Puskesmas Amalatu dan Puskesmas Modern harus lebih giat tingkatkan etos kerja agar mulai hari ini ada jadwal untuk memantau di setiap warga dari Rumah ke rumah untuk tau perkembangan Masyarakat yang sakit atau tidak.
Jadwal itu nantinya di buat oleh semua Kepala Puskesmas yang ada Kabupaten SBB. Dikatakan, pemerintah Daerah melalui unit pelayanan tehnis harus mengantisipasi Masyarakat yang Sakit.
“Masyarakat yang Sakit yang tidak memiliki kemampuan ekonomi ,Pemda harus antisipasi untuk di rujuk ke Rumah Sakit,saya contohkan, seperti ada yang sakit di Desa Kamarian atas perintah Bupati untuk segera bawah ke Rumah Sakit dan semua tanggunggan rumah Sakit Bupati yang tanggulanggi. Karena Kita ini pelayan mulai dari Bupati sampai Wakil Bupati ini semuanya pelayan Masyarakat. Jadilah pelayan yang melayani Rakyat seantero Kabupaten Seram Bagian Barat,” ungkapnya.

katanya pula, kepada kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar semua akses jalan yang masuk ke Puskesmas atau Pustu supaya nantinya di Butas di anggarkan dalam Tahun 2022. Puskesmas Amalatu dan Puskesmas Modern Elpaputih ini atas usulan Pemerintah Kabupaten SBB melalui Dana Alokasi Kusus (DAK), karena yang tahu keadaan di Kabupaten SBB adalah Bupati.
“Jadi program ini atas usulan Bupati bukan usulan dari siapa siapa,” akuinya.
Sementara itu, dr. Desya B Silaya, selaku dokter tetap penugasan wilayah setempat saat di konfimasi menjelaskan, Puskesmas Latu ini sebelumnya merupakan Puskesmas Pembantu atau Pustu, Pustu Latu karena Puskesmas Induknya ada di Puskesmas Tumalehu.

“Pustu Latu ini di mekarkan menjadi Puskesmas.Karena baru di resmikan pasti membutuhkan alat alat kesehatan seperti Mobiler, dan Obat obatan, untuk itu butuh kebijakan dari Kepala Dinas Kesehatan untuk dapat meninjau kebutuhan yanga ada di Puskesmas Latu ini untuk dapat memenuhi segala kebutuhan obat obatandan mobilee agar kedepan menunjang kebutuhan yang ada di Puskesmas Latu, guna kebaikan bersama Masyarakat di sekitar puskesmas Latu dan wilayah kerja Kami,” paparnya

Kepala Pustu Latu, Naella Patty, dalam arahannya menyampaikan erterima kasih karena Negeri Latu ini sudah mempunyai Puskesmas sendiri,dan Dokter walaupun Dokter Pegawai Tidak Tetap ( PTT). Ia juga berharap agar secepatnya ada kepala puskesmas yang baru.

LEAVE A REPLY