PIRU-Bupati Seram Bagian Barat, Drs. M Yasin Payapo meresmikan secara simbolis Pasar kecamatan yang dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun Anggaran 2017 di tempat Pasar Desa Luhu, Kecamatan Huamual.

Menurut Bupati Seram Bagian Barat dalam sambutannya mengatakan Pemerintah kabupaten Seram Bagian Barat menyingkapi program Nawa Cipta Bapak Presiden Republik Indonesia untuk menargetkan 5000 pasar dalam 5 Tahun Periode 2015 sampai dengan 2020 yang bersumber dari dana DAK dan APBN.  Bahwa pasar yang dibangun sebaiknya dimanfaatkan dan dijaga kebersihannya, agar tidak identik dengan area perbelanjaan yang kotor dan kumuh tetapi memberikan rasa nyaman, baik kepada penjual dan pembeli dan terutama dapat meningkatkan perekomian masyarakat.

Katanya pula, pasar merupakan salah satu pusat kegiatan perekomian masyarakat dimana uang digunakan sebagai alat tukar menukar, barang jadi uang ataupun uang jadi barang antar penjual dan pembeli dengan kesepakatan harga yang ditentukan. Pasar juga berperan sebagai modal dalam roda perdagangan barang primer sekaligus sebagai lapangan pekerjaan. Keberadaan pasar merupakan salah satu indicator paling nyata kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah.

“Dengan diresmikannya pasar-pasar yang dibangun dengan menggunakan dana Tahun Anggaran 2017 yakni Pasar Luhu, Pasar Latu, Pasar Desa Seriholo, Pasar Dusun Olas Desa Lokki dan beberapa pasar yang dibangun di Tahun sebelumnya yakni pasar uwen Pante dan pasar Waesala yang secara simbolis diresmikan dan juga dalam waktu dekat, kita akan meresmikan pasar rakyat kota Piru yang sementara dalam tahap penyelesaian akhir yang pendanaannya bersumber dari dana tugas pembantuan kementerian perdagangan Republik Indonesia”, Kata Bupati.

Lanjutnya, Pada Tahun 2017, pemerintah Telah membangun pasar-pasar yang tersebar di 6 kecamatan yang bersumber dari dana APBD  maupun APBN. Untuk itu, Bupati berharap adanya partisipasi dan dukungan masyarakat serta perangkat stackholder yang lain terhadap program pembangunan pasar di tahun 2018, yakni pembangunan pasar kecamatan Elpaputih dam Pasar Kecamatan Kepualauan Manipa.

“Saya berharap kiranya masalah penetapan lokasi pasar harus mendapat perhatian yang baik, karena lokasi pasar sangat berdampak positif terhadap keberadaan dan keberlangsungan pasar itu sendiri. Persoalan lain kiranya perlu mendapat perhatian kita bersama adalah status tanah yang diperuntukan untuk pembangunan pasar jadi status hibah dari desa atau kecamatan.” Harap Bupati.

Bupati juga mengingatkan kepada para pedagang yang akan menempati kios/los dari pasar agar tetap memperhatikan kewajiban pembayaran Retribusi daerah dan dalam pemanfaatan pasar dengan sungguh-sungguh memperhatikan alat-alat ukur, takar dan timbang sehingga tidak merugikan para konsumen atau pembeli maupun para pedagang sendiri. Tegas Bupati.

LEAVE A REPLY