PIRU. Bupati SBB, Drs M. Yasin Payapo, MPd mengatakan semoga Kabupaten Seram Bagian Barat bisa menjadi pusat percontohan Koperasi dan UMKM di Maluku. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati setelah mendengar pemaparan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM terkait perkembangan Koperasi dan UMKM di SBB yang cukup pesat dibandingkan dengan kabupaten lain di Maluku pada acara Rapat Koordinasi Pusat dan Darah Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Se- Maluku di Hotel Amboina, Piru, pagi ini

Ini merupakan doa sekaligus harapan beliau sebagai pimpinan di Bumi Saka Mese Nusa tercinta ini. SBB memiliki banyak potensi sumber daya alam yang belum dikelola secara baik. Letak geografis SBB yang berada diantara pulau sehingga memicu terjadinya eksploitasi potensi sumber daya alam yang ada seperti ikan dan minyak kayu putih. wilayah SBB sangat luas dengan beberapa gugusan pulau yang indah serta jumlah penduduk yang mencapai 200rb jiwa, namun hanya memiliki DAU yang kecil, tentunya ini men jadi satu hambatan dalam mengembangkan potensi-pontensi yasntg ada, lanjut Bupati.

Potensi sumber daya alam ini diharapkan mampu dikelola salah satunya oleh Pelaku Koperasi dan UMKM di SBB hingga berimplikasi pada peningkatan ekonomi rakyat dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati mengatakan keberadaan Koperasi dan UMKM selaku pelaku ekonomi nasional merupakan objek vital dalam masyarakat, khususnya dalam rangka perluasan kesempatan berusaha bagi wirausaha baru dan penyerapan tenaga kerja serta menekan  angka pengangguran. Pemberdayaan Koperasi dan UMKM merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Dikatakan lebih lanjut, permaslahan yang sering timbul terkait dengan Koperasi dan UMKM ini dikarenakan lemahnya regulasi, kurangnya pemahaman baik oleh pengelola koperasi, pengurus maupun anggotanya. Kondisi ini cukup memprihatinkan tentunya. Masalah klasik lain yang timbul terkait dengan Koperasi dan UMKM adalah terbatasnya sumber daya produktif terhadap Koperasi dan UMKM seperti bahan baku, permodalan, teknologi dan sarana pemasaran serta informasi pasar. Keberadaan aparatur, sarana dan prasasrana penunjang juga sangat menentukasn berhasil tidaknya proses pemberdayaan Koperasi dan UMKM.

Rapat Koordinasi ini merupakan kerangka besar  untuk mengkolaborasikan rencara strategis pusat, provinsi dan kabupaten  yang dapat dijadikan pedoman bagi pemberdayaan Koperasi dan UMKM dan acuan bagi pemangku kepentingan  dalam proses pemberdayaan koperasi dan UMKM. Bupati berharap agar melalui rapat koordinasi ini  sinergitas kebijakan dan program pembangunan Koperaasi dan UMKM dapat tercipta dan ditingkatkan.

Mengakhiri sambutannya, Bupati SBB mengajak semua peserta rapat koordinasi untuk senantiasa menyatukan persepsi agar semua tujuan kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Marilah sama-sama kita satukan persepsi, kita satukan pandangan agar semua tujuan bisa tercapai dengan mudah.

 

 

LEAVE A REPLY