Piru:Dandrem151/Binaiya melakukan kunjungan kerja sekaligus bertatap muka dengan masyarakat diDesa Kasieh, Kecamatan Taniwel dalam rangka Menetralisasi situasi dan kondisi polemik setuju dan tidak setuju, tolak dan terima Warga Masyarakat Desa Kasieh, Kec. Taniwel, Kab.SBB terkait rencana Eksplorasi Tambang Batu Marmer oleh PT.Gunung Makmur Indah (GMI).

Turut hadir pada pertemuan tersebut Danramil 1502-06/taniwel Kapten Inf. J.Moriolkossu, Pejabat desa Kasieh Arsanti Latumapayahu berserta staf, BPD , tokoh agama dan tokoh masyarakat (setuju dengan masuknya Tambang Marmer) dan forum Masyarakat Peduli Kasieh (Menolak) yang berjumlah kurang lebih 20 orang.

Danrem 151/Binaiya dalam arahannya mengatakan kami berharap marmer tidak menjadi pemecah belah persatuan dan persaudaraan antara masyarakat Negeri Kasieh. Saya hadir disini sebagai penengah agar supaya mencegah terjadinya Perpecahan dalam Negeri Kasieh yang bisa berkembang menjadi perkelahian bahkan pertumpahan darah sesama anak Negeri Kasieh sehingga dapat mengganggu stabilitas keamanan Desa , Kabupaten bahkan Provinsi Maluku.

Usai memberikan arahan dilanjutkan dengan dengar pendapat, menurut salah satu warga Kasieh ibu Wiwi Ester selaku Ketua 1 FMPK mengatakan proses awal PT. Gunung Makmur Indah datang ke negeri Kasieh sudah salah karena masuk tidak memberitahukan atau menginformasikan kepada kami selaku masyarakat negeri Kasieh tetapi hanya datang kepada pemerintah Desa Kasieh.

“Masuknya PT. Gunung Makmur Indah dapat menimbukan dampak negatif bagi lingkungan dan juga kehidupan masyarakat karena, sebuah tambang dapat merusak lingkungan alam dan perkebunan dalam kehidupan masyarakat Kasieh yaitu bertani (Cengkeh , pala , Kelapa dan Coklat ) dan nelayan” Kata Wiwi Ester Tegas

Katanya pula, Kami dari Forum Masyarakat Peduli Kasieh mewakili masyarakat menyatakan sikap untuk menolak masuknya pertambangan batu Marmer oleh PT. Gunung Makmur Indah. Tanah tersebut merupakan tanah adat dan dengan apapun kami akan menolak PT. Gunung Makmur Indah di Negeri Kasieh.

Sementara itu, mantan Pejabat Negeri Kasieh Rajulan Olie dalam pendapatanya mengatakan perijinan yang kami berikan yaitu Ijin Melaksanakan Eksplorasi/Pengambilan Sample oleh PT. Gunung Makmur Indah bukan eksploitasi.

“Saya sebagai ASN merupakan aparatur negara dan tetap mendukung kebijakan Pemerintah, jadi ketika Pemerintah Kabupaten dan Provinsi sudah memberikan ijin eksplorasi kepada PT. Gunung Makmur Indah maka kami dukung sepenuhnya.

Sedangkan Pejabat Kepala Desa Kasieh Ny.Arsanti Latumapayahu juga menyampaikan bahwa” Rencana semula PT. Gunung Makmur Indah yaitu melaksanakan eksporasi untuk melihat lahan tersebut apakah terdapat kandungan Marmer atau tidak. ? Dari masyarakat kami tidak terjadi keributan, karena kami mendukung masuknya PT. Gunung Makmur Indah, Keputusan yang Saya ambil juga melibatkan BPD untuk mengambil keputusan dan juga melibatkan masyarakat.

“Forum yang di bentuk oleh Ester Wiwi membuat penolak terhadap pertambangan tersebut menjadi biang kerok keributan di dalam negeri Kasieh, Sehingga Kami menolak dengar tegas dibentuknya forum masyarakat peduli Kasieh. Terbentuknya forum tersebut menimbulkan pro dan kontra bagi kami masyarakat Negeri Kasieh . Kami ingin masyarakat kasieh juga maju dan di hari ini kami boleh ada dan tatap muka untuk mencari solusi bersama sama. Tahapan demi Tahapan sudah kami lakukan untuk masuknya PT. Gunung Makmur Indah dengan menghadirkan masyarakat dan tidak ada yang ditutup-tutupi Kenapa sekarang diributkan lagi” jelas penjabat.

LEAVE A REPLY