DESA LUHU KAB. SERAM BAGIAN BARAT JADI LOKASI EKSPEDISI JALUR REMPAH 2017

0
20

Rempah-rempah Maluku  pada abad pertengahan menjadi incaran bangsa-bangsa didunia, Bandar dan pemasok rempah-rempah Maluku adalah  Venesia (Italia) yang mengutamakan rempah-rempah Maluku seperti Pala, Cengkeh, lada, kayu manis, bunga Fuli (Pala), Kayu Cendana, Gaharu, Kapur Barus serta hasil-hasil rempah lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Menurut Direktur Sejarah, Triana Wulandari saat pembukaan Ekspedisi Jalur Rempah 2017 mengatakan,Para pedagang-pedagang dari Asia Timur (Cina), Asia Selatan (India) dan Asia Barat (Arab, Persia) adalah bangsa-bangsa yang menemukan Maluku dan hasil rempah-rempahnya dan  menjadi rahasia mereka. Kemudian pada abad ke 16 Masehi bangsa Eropa seperti Spanyol, Portugis dan Belanda kembali menemukan Maluku. Sehingga Maluku bagi masyarakat dunia sudah tidak asing. Pasalnya Maluku sangat identik dengan Pulau Rempah. Bahkan, pada masa itu, Maluku dianggap sebagai “Pulau Surga” yang diberkati Tuhan, sehingga siapa yang bisa mencapainya akan mendapat kemakmuran.

Kejayaan rempah-rempah Maluku harus menjadi penghargaan bagi generasi muda saatnya ini atas segala potensi alam Maluku.

Hal tersebut mendorong Direktorat sejarah, direktorat  Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengadakan kegiatan Ekspedisi Jalur Rempah Maluku 2017.

Ada beberapa titik yang akan menjadi fokus ekspedisi jalur rempah Maluku diantaranya, Pulau  Nusalaut, Pulau Saparua, Pulau Seram, dan Pulau Banda. Dipulau Seram titik yang akan menjadi fokus ekspedisi adalah Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Kegiatan dimulai tanggal 9-22 Oktober 2017, dan pada tanggal 10-16 Oktober mahasiswa mengobservasi lapangan di 5 wilayah, Desa Luhu (Kecamatan Huamual, Kabupaten SBB). Desa Tiouw (Kecamatan Saparua, kabupaten Maluku Tengah), Desa Abubu (Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku tengah), serta Desa Lontohir (Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah).

Pada tanggal 20-21 Oktober hasil observasi lapangan akan di eksposes pada pameran foto, presentasi karya  tulis, pemutaran film pendek hasil pendokumentasian lapangan.

Ekspedisi jalur rempah tersebut melibatkan 100 mahasiswa dan anak muda kreatif dari seluruh Indonesia, yang terdiri dari 2 peserta masing-masing provinsi se-Indonesia dengan jumlah 66 peserta dan 35 peserta asal Provinsi Maluku.

LEAVE A REPLY