Neniari– Hasil rapied test salah satu pasien yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Piru atas nama Hermina Titabano (60), warga Desa Niniari kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bwgian Barat (SBB) dinyatakan reaktif, maka pihak RSUD Piru meminta kepada keluarga agar Almarhum dimakamkan dengan menggunakan protokol Civid-19.
Permintaan tersebut guna mengantisipasi jangan sampai hasil Swab almarhum nantinya positif Covid-19. Keluarga Almarhumah, yakni salah satu puteranya menyetujui permintaan pihak RSUD itu.
Namun, setelah jenazah Almarhumah dipulangkan ke rumah duka di Desa Niniari dengan protokol kesehatan Covid-19, Selasa, 10/11/2020, keluarga besar Almarhumah dan masyarakat Neniari lainnya melakukan penghadangan dan protes, karena tidak menerima Jenazah Almarhumah dipulangkan dengan menggunakan protap Covid-19.
Setelah beberapa saat berdebat, akhirnya pihak keluarga dan masyarakat Neniari dapat menerima langkah yang diambil pihak RSUD Piru, setelah mendapat penjelasan dari Tim Gustu penanganan Covid-19 SBB, terkait mengapa Jenazah Almarhumah dipulangkan dengan menggunakan protokol Covid-19.

LEAVE A REPLY