Seram Bagian Barat kaya akan objek wisata yang terbuka kapan saja untuk dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Ada Pulau Osi, Pulau Kasa, Selat Valentine, Air Terjun Rumahkay, Danau Tapala, “Bukit Teletabis” di daerah Talaga Piru dan masih banyak lagi.

Untuk ikut menunjang dan memperkenalkan beragam objek wisata ini, sekaligus menyediakan pendamping wisatawan yang kompeten dan profesional saat berkunjung ke objek-objek wisata yang ada ini, maka Dinas Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Barat (KAB. SBB) menyelenggarakan “Pelatihan Pemandu Wisata Buatan” pada Sabtu (14/09/2019).

Berlangsung di Kantor Jemaat GPM Elohim Piru kegiatan dimaksudkan untuk menjawab tantangan perkembangan dan kemajuan di bidang  kepariwisataan yang pada akhir-akhir ini mengalami peningkatan baik dari segi kunjungan maupun antusiasme masyarakat yang cenderung menjadikan kunjungan wisata sebagai salah satu kebutuhan utama dalam hidupnya.

Dengan tujuan sebagai wahana peningkatan kapasitas Sumber daya manusia (SDM) di bidang kepariwisataan yang unggul dan punya daya saing serta kemampuan komunikasi yang baik dengan wisatawan, kegiatan ini menjaring 40 orang peserta yang terdiri Pramuwisata, Pemandu wisata buatan dan para Pengusaha di Bidang Pariwisata.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Bupati SBB yang diwakili oleh Ir. Z. P. Selano sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Kab SBB, Johanis M. Soukotta, S.Sos sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kab SBB, Abdul Rahman ST sebagai Kepala Dinas Komunikasi, dan Informatika Kab SBB,  Margaretha Wattimuri S.E, M.Sc selaku perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi, Aditya S. RetraubunH S.T mewakili Pramuwisata Indonesia dan Billy Salamony selaku Pembicara.

Dalam sambutannya Selano menyampaikan, “Kami mewakili Pemda SBB mengapresiasi Dinas Pariwisata Provinsi yang memiliki atensi dan kepedulian untuk membangun kerjasama dengan Dinas Pariwisata SBB untuk membangun Pariwisata di daerah ini”.

“Pemerintah pusat telah menetapkan skala prioritas pembangunan nasional, salah satunya adalah Pariwisata. Ini singkron dengan visi dan misi pembangunan lima tahunan Kab. SBB, yang menetapkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan pembangunan daerah, setelah sektor perikanan dan pertanian”, sambung Beliau.

Ditambahkan pula oleh Selano, “Paradigma Parawisata sekarang telah berubah, dari sekedar objek rekreasi dan hiburan menjadi sebuah industri jasa yang prospektif dan multi player efek, secara terintegrasi dan bersinergi dengan sektor lainnya. Khusus bagi masyarakat, industri ini mampu memberi peluang usaha, lapangan pekerjaan yang berdampak pada peningkatan perekonomian mereka”

Menutup sambutannya Selano berharap, “Kegiatan Pelatihan ini dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang peningkatan kualitas pemandu wisata agar memiliki kualitas dan standar kompetensi yang tinggi. Oleh karena itu kami berharap kepada para peserta pelatihan untuk memanfaatkan kegiatan ini dengan baik agar bisa tampil menjadi tenaga pemandu wisata yang profesional guna peningkatan pelayanan kepada wisatawan yang berkunjung di kabupaten kita yang tercinta ini”.

LEAVE A REPLY