DINAS PERTANIAN

STRUKTUR DINAS PERTANIAN

Susunan Organisasi  Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Barat terdiri dari:

  1. Kepala Dinas;
  2. Sekretariat, membawahi :
  • Sub bagian Perencanaan dan Keuangan
  • Sub bagian Umum dan Kepegawaian
  1. Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian membawahi :
  • Seksi Lahan, Irigasi Pembiayaan dan infestasi;
  • Seksi Pupuk, Pestisida dan Alsintan;
  1. Bidang Tanaman pangan dan Hortikultura, membawahi :
  • Seksi Pembenihan, Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura
  • Seksi Produksi, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Hortikultura.
  1. Bidang Perkebunan, membawahi:
  • Seksi Pembenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan
  • Seksi Produksi, Pengolahan dan Pemasaran Hasil perkebunan
  1. Bidang peternakan dan kesehatan hewan, membawahi:
  • Seksi Pembibitan dan Produksi
  • Seksi Kesehatan Hewan,Veteriner dan Pemasaran
  1. Bidang Penyuluhan Pertanian, membawahi:
  • Seksi Kelembagaan dan Ketenagaan
  • Seksi Metode dan Informasi
  1. Unit Pelaksana Teknis Dinas;
  2. Kelompok Jabatan Fungsional.

 

TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN

KEPALA DINAS PERTANIAN

  • Kepala Dinas Pertanian Mempunyai Tugas Membantu Bupati melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan dibidang pertanian.
  • Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) Kepala Dinas Pertanian  menyelenggarakan fungsi :
  1. perumusan kebijakan di bidang prasarana dan sarana, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan serta penyuluhan pertanian;
  2. penyusunan program penyuluhan pertanian;
  3. pengembangan prasarana pertanian;
  4. pelaksanaan pengawasan mutu, peredaran dan pengendalian penyediaan benih tanaman, benih/bibit ternak dan hijauan pakan ternak;
  5. pelaksanaan pengawasan penggunaan sarana pertanian;
  6. pembinaan pengolahan, produksi dan pemasaran hasil pertanian;
  7. pengendalian dan penanggulangan hama penyakit tanaman dan bancana alam;
  8. pelaksanaan penyuluhan pertanian;
  9. pemberian izin usaha/rekomendasi teknis pertanian;
  10. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pertanian;
  11. pelaksanaan administrasi dinas pertanian; dan
  12. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati.

SEKRETARIAT DINAS

  • Sekretariat Dinas mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada seluruh unit kerja di lingkungan dinas pertanian.
  • Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) Sekretariat menpunyai fungsi :
  1. pelaksanaan penyusunan dan pengembangan kebijakan teknis dan program kerja sekretariat;
  2. pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana program, anggaran dibidang produksi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan kesehatan hewan serta penyuluhan pertanian;
  3. pelaksanaan upaya peningkatan pelayanan publik di bidang kesekretariatan;
  4. pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, arsip dan dokumentasi;
  5. Pengkoordinasian penataan organisasi dan tatalaksana;
  6. pengkoordinasian dan penyusunan perundang-undangan;
  7. pengelolaan barang milik kekayaan negera; dan
  8. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
  • Sub bagian Perencanaan dan Keuangan, mempunyai tugas :
    1. melakukan penyusunan rencana dan anggaran sub bagian perencanaan dan keuangan;
    2. menyiapkan bahan koordinasi dan penyusunan perencanaan, program dan anggaran di bidang pertanian;
    3. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di subbagian perencanaan dan keuangan;
    4. menyiapkan bahan penyusunan pedoman teknis pelaksanaan kegiatan tahunan dibidang pertanian;
    5. menyiapkan bahan penyusunan satuan biaya, daftar isian pelaksanaan anggaran, petunjuk operasional kegiatan dan revisi anggaran dibidang pertanian;
    6. melakukan urusan akuntansi, verifikasi keuangan serta pengelolaan penerimaan negara bukan pajak, pengujian dan penerbitan surat perintah membayar;
    7. melakukan administrasi keuangan dan pembayaran gaji pegawai;
    8. melakukan pengumpulan, pengolahan dan penyajian data statistik dibidang pertanian;
    9. melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan dibidang pertanian;
    10. melakukan penyusunan laporan kinerja, laporan pertanggung- jawaban dan pengelolaan dokumen keuangan serta laporan keuangan dibidang pertanian;
    11. menyiapkan bahan pemantauan, tindak lanjut laporan hasil pengawasan dan penyelesaian tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi;
    12. melakukan penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan sub bagian perencanaan dan keungan; dan
    13. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.
  • Sub bidang Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas:
    1. menyusun rencana anggaran subbagian umum dan kepegawaian;
    2. melakukan urusan rencana kebutuhan dan usulan pengembangan pegawai;
      1. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di subbagian umum dan kepegawaian;
    3. melakukan urusan mutasi, tanda jasa, kenaikan pangkat, kenaikan jabatan, pemberhentian dan pensiun pegawai di bidang pertanian;
    4. melakukan urusan tata usaha, kearsipan, disiplin pegawai dan evaluasi kinerja pegawai di dinas pertanian;
    5. melakukan urusan rumah tangga, keamanan dan kebersihan;
    6. melakukan kerja sama, hubungan masyarakat dan protokol;
    7. melakukan evaluasi kelembagaan dan ketatalaksanaan;
    8. melakukan telaahan dan penyiapan bahan penyusunan peraturan perundang-undangan;
    9. melakukan penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan sub bagian umum dan kepegawaian ; dan
    10. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.

BIDANG PRASARANA DAN SARANA

  • Bidang Prasarana dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyusunan, pelaksanaan kebijakan dan pemberian bimbingan teknis, serta pemantauan dan evaluasi dibidang prasarana dan sarana pertanian.
  • Bidang prasarana dan sarana pertanian mempunyai fungsi :
  1. penyusunan kebijakan dibidang prasarana dan sarana pertanian;
  2. penyediaan dukungan infrastruktur pertanian;
  3. pelaksanaan upaya peningkatan pelayanan publik di bidang Prasarana dan Sarana;
  4. pengembangan potensi, pengelolaan lahan dan irigasi pertanian;
  5. penyediaan, pengawasan dan bimbingan penggunaan pupuk, pestisida, serta alat dan mesin pertanian;
  6. pemberian bimbingan pembiayaan dan fasilitas pertanian;
  7. pemantauan dan evaluasi di bidang sarana dan prasarana pertanian; dan
  8. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
  • Seksi Lahan, Irigasi, Pembiayaan dan Infestasi mempunyai tugas :
  1. menyiapkan bahan penyusunan rencana dan anggaran seksi lahan, irigasi, pembiayaan dan infestasi;
  2. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan pemberian bimbingan teknis di bidang pengembangan lahan, irigasi, pembiayaan dan infestasi pertanian;
  3. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di Seksi Lahan, Irigasi, Pembiayaan dan Infestasi;
  4. melakukan penyiapan bahan penyediaan lahan, jalan usaha tani, dan jaringan irigasi tersier;
  5. melakukan peta pengembangan, rehabilitasi, konservasi, optimalisasi dan pengendalian lahan pertanian;
  6. melakukan penyiapan bahan pengembangan tata ruang dan tata guna lahan pertanian serta pendampingan dan supervisi di bidang pembiayaan;
  7. menyiapkan bahan bimbingan pemberdayaan kelembagaan pemakai air, fasilitasi dan pelayanan investasi pertanian;
  8. menyusun laporan dan pendokumentasian kegiatan seksi lahan, irigasi, pembiayaan dan investasi; dan
  9. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.
  • Seksi pupuk, pestisida dan alsintan, mempunyai tugas :
    1. menyiapkan bahan penyusunan perencanaan dan anggaran seksi pupuk, pestisida dan alsintan;
    2. menyiapkan bahan penyusunan kegiatan di bidang pupuk, pestisida dan alsintan;
    3. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di Seksi pupuk, pestisida dan alsintan;
    4. melakukan penyediaan pupuk, pestisida dan alsintan;
    5. melakukan pengawasan peredaran dan pendaftaran pupuk, pestisida dan alsintan;
    6. melakukan penjaminan mutu pupuk, pestisida dan alsintan;
    7. melakukan penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan pada seksi pupuk, pestisida dan alsintan; dan
    8. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.

BIDANG TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

  • Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura mempunyai tugas melaksanakan penyusunan, pelaksanaan kebijakan dan pemberian bimbingan teknis,serta pemantauan dan evaluasi dibidang tanaman pangan dan hortikultura.
  • Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) Bidang tanaman pangan dan Hortikultura mempunyai fungsi :
  1. penyusunan kebijakan pembenihan, produksi, perlindungan, pengolahan dan pemasaran hasil di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
  2. penyusunan rencana kebutuhan dan penyediaan benih dibidang tanaman pangan dan hortikultura;
  3. Pelaksanaan upaya peningkatan pelayanan poblik dibidang tanaman pangan dan hortikultura
  4. pengawasan mutu dan peredaran benih dibidang tanaman pangan dan hortikultura;
  5. pemberian bimbingan penerapan peningkatan produksi di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
  6. pengendalian dan penanggulangan hama penyakit, penanggulangan bencana alam dan dampak perubahan iklim di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
  7. pemberian bimbingan pascapanen, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan dan hortikultura;
  8. pemberian izin usaha/rekomendasi teknis di bidang tanaman pangan;
  9. pemantauan dan evaluasi di bidang tanaman pangan dan hortikultura; dan
  10. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.
  • Seksi pembenihan dan perlindungan tanaman pangan dan hortikultura melaksanakan tugas :
    1. menyiapkan bahan penyusunan perencanaan dan anggaran pada seksi pembenihan dan perlindungan tanaman pangan dan hortikultura;
    2. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan di seksi pembenihan dan perlindungan pada bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    3. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di Seksi pembenihan dan perlindungan;
    4. melakukan penyiapan bahan penyediaan dan pengawasan peredaran benih di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    5. melakukan penyiapan bahan pengawasan dan pengujian mutuh benih di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    6. menyiapkan bahan sertifikasi benih dan pengendalian sumber benih di bidang tanaman pangan dan koltikultura;
    7. menyiapkan bahan penyusunan rencana kebutuhan benih dan pengembangan farietas unggul di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    8. menyiapkan rekomendasi pemasukan dan pengeluaran benih yang beredar di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    9. menyiapkan bahan bimbingan produksi benih dan kelembagaan benih di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    10. menyiapkan bahan pengendalian dan pengamatan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) di bidang tanaman pangan hortikultura;
    11. menyiapkan bahan pengamatan OPT di bidang tanaman pangan;
    12. menyiapkan bahan pengedalian, pemantauan, bimbingan operasional pengamatan dan peramalan serta pengelolaan data OPT di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    13. melakukan pengelolaan data OPT di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    14. menyiapkan bahan bimbingan kelembagaan OPT, perbenihan dan perlindungan serta sekolah lapangan pengendalian hama terpadu di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    15. menyiapkan bahan penanganan dampak perubahan iklim dan penanggulangan bencana alam di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    16. menyiapkan bahan bimbingan teknis perbenihan dan perlindungan di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    17. Menyusun laporan dan pendokumentasian kegiatan seksi pembenihan dan perlindungan tanaman pangan dan hortikultura; dan
    18. Melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.
  • Seksi Produksi, Pengolahan dan Pemasaran hasil tanaman pangan dan hortikultura, mempunyai tugas:
    1. menyiapkan penyusunan perencanaan dan anggaran seksi produksi, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan dan hortikultura;
    2. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan di bidang produksi, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan dan hortikultura
    3. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di Seksi produksi, pengolahan dan pemasaran hasil;
    4. menyiapkan bahan perencanaan tanam dan produksi tanaman pangan dan hortikultura;
    5. menyiapkan bahan bimbingan dan pengembangan unit pengolahan hasil di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    6. menyiapkan bahan kebutuhan alat pengolahan hasil di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    7. menyiapkan bahan penerapan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan pemberian surat keterangan kelayakan pengolahan (SKKP/SKP) di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    8. melakukan pelayanan dan pengembangan informasi pasar di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    9. melakukan fasilitas promosi produk di bidang tanaman pangan dan hortikultura ;
    10. melakukan pemberian bimbingan teknis peningkatan mutu, penerapan teknologi budidaya, produksi, pengolahan dan pemasaran hasil di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    11. melakukan pemantauan, evaluasi pelaksanaan kegiatan pemantauan dan pemasaran hasil di bidang tanaman pangan dan hortikultura;
    12. melakukan penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan seksi pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan dan hortikultura;
    13. melakukan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.

BIDANG PERKEBUNAN

  • Bidang Perkebunan mempunyai tugas melaksanakan penyusunan, pelaksanaan kebijakan dan pemberian bimbingan teknis, serta pemantauan dan evaluasi di bidang Perkebunan.
  • Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) bidang perkebunan mempunyai fungsi :
    1. penyusunan kebijakan di bidang perbenihan, produksi, perlindungan, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan;
    2. penyusunan rencana kebutuhan dan penyediaan benih di bidang perkebunan;
    3. pelaksanaan upaya peningkatan pelayanan publik di bidang perkebunan;
    4. pengawasan mutu dan peredaran benih di bidang perkebunan;
    5. pemberian bimbingan penerapan peningkatan produksi di bidang perkebunan;
    6. pengendalian dan penanggulangan hama penyakit, penanggulangan bencana alam dan dampak perubahan iklim di bidang perkebunan;
    7. penanggulangan gangguan usaha dan pencegahan kebakaran di bidang perkebunan;
    8. pemberian bimbingan pascapanen, pengolahan dan pemasaran hasil di bidang perkebunan;
    9. pemberian izin usaha/rekomendasi teknis di bidang perkebunan;
    10. pemantauan dan evaluasi di bidang perkebunan; dan
    11. Pelaksanaan tugas lain yang diperintahkan oleh pimpinan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
  • Seksi perbenihan dan perlindungan tanaman perkebunan, mempunyai tugas:
    1. menyiapkan bahan pnyusunan perencanaan dan anggaran seksi perbenihan dan perlindungan tanaman perkebunan;
    2. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan di seksi perbenihan dan perlindungan tanaman perkebunan;
    3. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di Seksi perbenihan dan perlindungan tanaman perkebunan;
    4. melakukan penyiapan dan pengawasan peredaran/penggunaan benih di bidang perkebunan;
    5. melakukan pengawasan dan pengujian mutu benih tanaman perkebunan;
    6. melakukan sertifikasi benih dan pengendalian sumber benih di bidang perkebunan;
    7. merencanakan kebutuhan benih dan pengembangan varietas unggul di bidang perkebunan;
    8. menyiapkan bahan rekomendasi pemasukan dan pengeluaran benih yang beredar di bidang perkebunan;
    9. menyiapkan bahan bimbingan produksi benih dan kelembagaan benih di bidang perkebunan;
    10. menyiapkan bahan pengendalian, pengamatan, pemantauan serta bimbingan operasional pengamatan dan peramalan OPT di bidang perkebunan;
    11. melakukan pengelolaan data OPT di bidang perkebunan;
    12. menyiapkan bahan bimbingan kelembagaan OPT di bidang perkebunan;
    13. menyiapkan bahan sekolah lapangan pengendalian hama terpadu di bidang perkebunan;
    14. menyiapkan bahan penanganan dampak perubahan iklim di bidang perkebunan;
    15. menyiapkan bahan penanggulangan bencana alam di bidang perkebunan;
    16. melakukan pemberian bimbingan teknis perbenihan dan perlindungan di bidang perkebunan;
    17. melakukan penyusunan dan pendokumentasian kegiatan seksi perbenihan dan perlindungan tanaman perkebunan; dan
    18. melakukan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.
  • Seksi Produksi, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, mempunyai tugas:
    1. menyiapkan bahan penyusunan perencanaan dan anggaran seksi produksi, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan;
    2. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan di seksi produksi, pengolahan hasil perkebunan;
    3. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di Seksi produksi, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan;
    4. menyiapkan bahan bimbingan peningkatan mutu produksi dan pengembangan unit pengolahan hasil serta bimbingan penerapan teknologi budidaya di bidang perkebunan;
    5. menyiapkan bahan penyusunan kebutuhan alat produksi, dan pengolahan hasil perkebunan;
    6. menyiapkan bahan penerapan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan pemberian surat keterangan kelayakan pengolahan (SKKP/SKP) di bidang perkebunan;
    7. melakukan pelayanan dan pengembangan informasi pasar serta pemberian fasilitas promosi produk di bidang perkebunan;
    8. menyiapkan bahan pemberian bimbingan teknis produksi, pengolahan dan pemasaran di bidang perkebunan;
    9. melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan produksi, pengolahan dan pemasaran hasil di bidang perkebunan;
    10. menyusun laporan dan pendokumentasian kegiatan seksi produsi, pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan; dan
    11. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.

BIDANG PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

  • Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan mempunyai tugas: melaksanakan penyusunan, pelaksanaan kebijakan, pemberian bimbingan teknis, serta pemantauan dan evaluasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
  • Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan mempunyai fungsi:
  1. Penyusunan kebijakan di bidang benih/bibit, produksi, peternakan dan kesehatan hewan, perlindungan serta pengolahan dan pemasaran hasil di bidang peternakan;
  2. Pengelolaan sumber daya genetik;
  3. Pelaksanaan upaya peningkatan pelayanan publik di bidang peternakan dan kesehatan hewan;
  4. Pengendalian peredaran dan penyediaan benih/bibit ternak, pakan ternak dan benih/bibit hijauan pakan ternak;
  5. Pemberian bimbingan penerapan peningkatan produksi ternak, pascapanen, pengolahan dan pemasaran hasil di bidang peternakan;
  6. Pengendalian penyakit hewan dan penjaminan kesehatan hewan;
  7. Pengawasan obat, pemasukan dan pengeluaran serta produksi hewan;
  8. Pengelolaan pelayanan jasa laboratorium dan jasa medik veteriner;
  9. Penerapan dan pengawasan persyaratan teknis kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan;
  10. Pemberian izin/rekomendasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan;
  11. Pemantauan dan evaluasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan; dan
  12. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
  • Seksi Pembibitan dan Produksi mempunyai tugas:
  1. menyiapkan penyusunan perencanaan dan anggaran seksi pembibitan dan produksi;
  2. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan di seksi pembibitan dan produksi peternakan;
  3. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di Seksi pembibitan dan produksi;
  4. menyiapkan bahan penyediaan dan peredaran pakan, benih/bibit ternak dan hijauan pakan ternak;
  5. menyiapkan bahan pengendalian benih/bibit ternak dan peredaran Hijauan Pakan Ternak (HPT);
  6. menyiapkan bahan pelaksanaan produksi, mutu, pakan, benih/bibit HPT;
  7. menyiapkan bahan pengujian benih/bibit HPT, serta pengelolaan sumber daya genetika hewan melalui jaminan kemurnian dan kelestarian;
  8. melakukan pemberian bimbingan peningkatan produksi peternakan serta pemberdayaan kelompok peternak;
  9. menyusun laporan dan pendokumentasian kegiatan seksi pembibitan dan produksi; dan
  10. melakukan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya;
  • Seksi Kesehatan Hewan, Veteriner dan pemasaran hasil peternakan, mempunyai tugas:
  1. menyiapkan bahan penyusunan perencanaan dan anggaran seksi kesehatan hewan, veteriner dan pamasaran hasil peternakan;
  2. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan di seksi kesehatan hewan, veteriner dan pemasaran hasil peternakan;
  3. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di Seksi kesehatan hewan, veteriner dan pemasaran hasil peternakan;
  4. menyiapkan bahan penilaian penerapan penanganan limbah, dampak higiene dan sanitasi usaha produk hewan;
  5. melakukan pemberian fasilitas sertifikat unit usaha produk hewan skala kecil;
  6. menyiapkan bahan rekomendasi teknis hasil penilaian dokumen aplikasi pengeluaran dan atau pemasukan produk hewan;
  7. melakukan análisis resiko pemasukan dan pengeluaran produk hewan;
  8. menyiapkan sertifikasi veteriner pengeluaran produk hewan;
  9. menyiapkan bahan pencegahan penularan zoonosis;
  10. menyiapkan bahan bimbingan rumah potong dan pemotongan hewan qurban;
  11. menyiapkan bahan bimbingan dan pengembangan unit pengolahan hasil di bidang peternakan;
  12. menyiapkan bahan penyusunan kebutuhan alat pengolahan hasil peternakan dan kesehatan hewan;
  13. menyiapkan bahan penerapan cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan pemberian surat keterangan kelayakan pengolahan (SKKP/SKP) di bidang peternakan dan kesehatan hewan;
  14. melakukan pelayan dan pengembangan informasi pasar di bidang peternakan dan kesehatan hewan;
  15. melakukan fasilitas promosi di bidang peternakan dan kesehatan hewan;
  16. menyiapkan bahan pemberian bimbingan teknis kesehatan hewan, pengolahan dan pemasaran hasil di bidang peternakan;
  17. melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan kesehatan hewan,pengolahan dan pemasaran hasil di bidang peternakan;
  18. menyusun laporan dan pendokumentasian kegiatan seksi kesehatan masyarakat veteriner, pengolahan dan pemasaran hasil peternakan;
  19. melakukan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.

BIDANG PENYULUHAN PERTANIAN

  • Bidang Penyuluhan Pertanian mempunyai tugas Menyusun kebijakan program dan pelaksanaan penyuluhan pertanian.
  • Bidang Penyuluhan pertanian mempunyai fungsi:
  1. penyusunan kebijakan dan program penyuluhan pertanian;
  2. pelaksanaan penyuluhan pertanian dan pengembangan mekanisme, tata kerja dan metode penyuluhan pertanian;
  3. Pelaksanaan upaya peningkatan pelayanan publik di bidang penyuluhan pertanian;
  4. pengumpulan, pengolahan, pengemasan dan penyebaran materi penyuluhan bagi pelaku utama dan pelaku usaha;
  5. pengelolaan kelembagaan dan ketenagaan;
  6. pemberian fasilitas penumbuhan dan pengembangan dan fórum masyarakat bagi pelaku utama dan pelaku usaha;
  7. peningkatan kapasitas penyuluh pegawai negeri sipil, swadaya dan swasta;
  8. pemantauan dan evaluasi di bidang pertanian; dan
  9. pelaksanaann tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
  • Seksi Kelembagaan dan ketenagaan mempunyai tugas:
  1. menyiapkan penyusunan perencanaan dan anggaran seksi kelembagaan dan ketenagaan;
  2. menyiapkan bahan penyusunan kebijakan pada seksi kelembagaan dan ketenagaan;
  3. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di Seksi kelembagaan dan ketenagaan;
  4. menyiapkan bahan penguatan, pengembangan, peningkatan kapasitas serta melakukan pengelolaan data base di bidang kelebagaan dan ketenagaan;
  5. menyiapkan bahan penguatan, pengembangan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dan ketenagaan petani;
  6. menyiapkan bahan dan fasilitasi akreditasi kelembagaan dan ketenagaan penyuluhan pertanian;
  7. menyiapkan bahan dan fasilitasi sertifikasi dan akreditasi kelembagaan dan ketenagaan petani;
  8. menyiapkan bahan penilaian dan pemberian penghargaan balai penyuluhan pertanian;
  9. melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan seksi kelembagaan dan ketenagaan;
  10. menyusun laporan dan pendokumentasian kegiatan seksi kelembagaan dan ketenagaan ; dan
  11. melakukan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.
  • Seksi Metode dan Informasi, mempunyai tugas:
  1. menyiapkan penyusunan perencanaan dan anggaran seksi metode dan informasi ;
  2. menyiapkan bahan penyusunan program penyuluhan pertanian;
  3. menyusun standar operasional prosedur dan melaksanakan upaya peningkatan pelayanan publik di Seksi metode dan informasi;
  4. menyiapkan bahan penyusunan materi dan pengembangan metodologi serta supervisi materi dan pengembangan metodologi penyuluhan pertanian;
  5. menyiapkan bahan informasi dan media penyuluhan pertanian;
  6. menyiapkan bahan pengembangan dan pengelolaan sistem manajemen informasi penyuluhan pertanian;
  7. menyusun laporan dan pendokumentasian kegiatan seksi metode dan informasi ; dan
  8. malakukan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan tugasnya.

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

  • Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas kepala dinas sesuai keahlian dan atau keterampilan tertentu dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok dinas pertanian.
  • Jabatan fungsional dikoordinir oleh seorang tenaga fungsional senior yang dalam pelaksanaannya bertanggung jawab kepada kepala Dinas Pertanian.
  • Jumlah jabatan fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.
  • Jabatan fungsional terdiri dari
    1. Penyuluh Pertanian;
    2. Pengawas Benih Tanaman;
    3. Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan;
    4. Pengawas Bibit Ternak;
    5. Pengawas Mutu Pakan;
    6. Medik Veteriner;
    7. Paramedik Veteriner;
    8. Pengawas Mutu Hasil Pertanian;
    9. Analisis Pasar Hasil Pertanian.

UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS

  • Penyuluh Pertanian mempunyai tugas;
    1. melakukan penyusunan program penyuluhan pertanian;
    2. melakukan perencanaan dan penerapan metode penyuluhan pertanian;
    3. melakukan pengumpulan, pengolahan, pengamatan, pengemasan dan penyebaran materi penyuluhan bagi pelaku utama dan pelaku usaha;
    4. melakukan kegiatan lain sesui dengan jenjang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.
  • Pengawas Benih Tanaman mempunyai tugas;
    1. melakukan penyusunan rencana pengawasan benih;
    2. melakukan pengawasan peredaran dan sertifikasi benih;
    3. melakukan kegiatan lain sesuai dengan jenjang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.
  • Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan mempunyai tugas;
    1. melakukan pengendalian hama pengganggu tumbuhan;
    2. melakukan pengendalian dan penanggulangan bencana alam;
    3. melakukan pengendalian dan penanggulangan dampak perubahan iklim;
    4. melakukan kegiatan lain sesuai dengan jenjang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.
  • Pengawas Bibit Ternak mempunyai tugas;
  1. melakukan pengawasan proses produksi benih/bibit ternak;
  2. melakukan pengawasan peredaran dan sertifikasi benih/bibit ternak;
  3. melakukan kegiatan lain sesuai dengan jenjang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.
  • Pengawas Mutu Pakan mempunyai tugas;
  1. melakukan pengawasan peredaran dan pengujian mutu pakan;
  2. melakukan pengembangan sistem dan metode pengujian dan pengawasan mutu pakan;
  3. melakukan kegiatan lain sesuai dengan jenjang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.
  • Medik Veteriner mempunyai tugas;
  1. melakukan pengendalian hama dan penyakit hewan;
  2. melakukan pengendalian dan penanggulangan kesehatan masyarakat veteriner;
  3. melakukan pengawasan pemasukan dan pengeluaran hewan, dan produk hewan;
  4. melakukan kegiatan lain sesuai dengan jenjang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.
  • Paramedik Veteriner mempunyai tugas;
  1. melakukan pengendalian hama dan penyakit hewan dibawah penyeliaan medik veteriner;
  2. melakukan pengendalian dan penangulangan kesehatan masyarakat veteriner dibawah penyeliaan medik veteriner;
  3. melakukan pengawasan pemasukan dan pengeluaran hewan, dan produk hewan dibawah penyeliaan medik veteriner;
  4. melakukan kegiatan lain sesuai dengan jenjang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-udangan.
  • Pengawas Mutu Hasil Pertanian mempunyai tugas;
  1. melakukan pengawasan mutu hasil pertanian;
  2. melakukan pengujian mutu hasil pertanian;
  3. melakukan kegiatan lain sesuai dengan jenjang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.
  • Analisis Pasar Hasil Pertanian mempunyai tugas:
  1. melakukan pengumpulan data harga komoditi, saprodi dan biaya usaha tani;
  2. melakukan analisis data harga komoditi, saprodi dan biaya usaha tani;
  3. melakukan penyebarluasan data harga komoditi, saprodi dan biaya usaha tani;
  4. melakukan kagiatan lain sesuai dengan jenjang jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.