Piru-Dinas Sosial Provinsi Maluku bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Seram Bagian Barat gelar sosialisasi Restorasi Sosial. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat (14/6/19) bertempat di Balai Desa Neniari, Kecamatan Seram Barat.

Kegiatan Sosialisasi Dengan tema Memperkuat Restorasi Sosial Melalui Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial tersebut merupakan program baru yang pertama kali dilaksanakan di tahun 2019 di Kabupaten SBB.

Sebanyak 60 orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat diantaranya Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), Karang Turuna, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), (Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan undangan lainnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Seram Bagian Barat yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Reinhold.Y Lasapaly, S.Sos Dalam sambutannya menyampaikan pelaksanan kegiatan sosialisasi ini dalam rangka memperkuat restorisasi melalui potensi sumber Kesejahteraan Sosial yang merupakan amanat Konstitusianal untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Komitmen untuk membangun kesejahteraan sosial masyarakat dilandasi dengan adanya kenyataan sebagian masyarakat baik perorangan, keluarga, kelompok maupun komunitas mesyarakat.

Dalam kaitannya dengan itu pemerintah daerah tidak dapat menjalankan peranannya tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Sebagai generasi penerus sudah sepatutnya kita mengisi kemerdekaan terlebih di era reformasi ini dengan berjuang dan bekerja lebih keras memberantas berbagai persoalan kebangsaaan dan harus ditumbuh kembangkan semanagat kepahlawanan serta kesetiakawanan sosial.

Mengakhiri sambutannya Lasapaly mengharapkan agar kehadiran PSKS dalam Mengkuti kegiatan ini dapat memberi warna tersendiri untuk dapat mewujudkan nilai-nilai tersebut kepada masyarakat terutama kepada generasi muda terhadap apa yang telah diperjuangkan oleh para pejuang pandahulu kita.
“Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa Pahlawananya.”

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Maluku Dra.Ros Soamole, M,Si Dalam paparan materi beliau menyampaikan bahwa “Restorasi Sosial merupakan implementasi dari program Nawa Cita dalam upaya untuk memperbaiki dan memulihkan nilai-nilai luhur jati diri dan kepribadian bangsa Indonesia. Juga untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang hidup rukun, damai, bermoral, dan berbudaya.
Restorasi sosial dilakukan dengan memberikan penguatan kepada masyarakat dan sasaran kita menggerakan potesni kesejahteraan sosial untuk membagi rasa, guna menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia, kearifan lokal seperti budaya gotong royong yang dulu sudah mengakar namun tampak mulai pudar saat ini.

“Restorasi itu sesuatu yang sudah ada dari jaman dahulu kala, tapi mungkin perubahan perkembangan Zaman banyak sekali yang berpengaruh sehingga budaya-budaya yang baik itu sudah mulia luntur, rasa kesetiakawanan kita sudah mulai luntur, kita sudah tidak lagi menghargai satu dengan yang lain.
Maka intinya Restorasi yang selama ini baik yang telah dibanguan oleh para leluhur kita, masih ada didalam jiwa-jiwa kita semua”. Ungkap Soamole.

Lebih lanjut Soamole menjelaskan kepada media ini terkait Data Keluarga Miskin yang belum tercover beliau menambahkan kewenangan pendataan sosial atau pendataan apapun juga itu diatur dengan aturan.

“perangkat desa, perangkat Kecamatan dan pendamping harus jujur. Kalaupun itu belum terakomodir dan dia katagori miskin, dia harus masuk dalam proses itu, harus didapatkan di musyawarah desa supaya pada saat ada pergantian ada verifikasi nama ini harus disampaikan/dimasukan”.Pintanya

Harapan Dinas Sosial Provinsi Maluku yang diasampaikan oleh Kabid. Pemberdayaan Sosial, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan begini bisa dilanjutkan oleh Kabupaten sendiri, tidak hanya melalui dana dari Provinsi tetapi harus juga di Follow Up dari Kabupaten karena yang memiliki potensi masyarakat ini adalah Kabupaten.

LEAVE A REPLY