Ketua Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa (HMPM) Sufahmi Wance meminta Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengganti Kepala Puskesmas setempat yang telah divonis penjara akibat kasus Penganiayaan beberapa lalu.
“Jika kepala Puskesmas telah menjalani hukum penjara selama satu bulan lebih, maka terjadi kekosongan pimpinan Puskesmas di daerah itu. Pemerintah Kabupaten SBB dan Dinas Kesehatan harus segera cari pengganti dengan diturunkan Plt sementara,” katanya saat dikonfirmasi dari Ambon, Rabu (21/10/2020).
Menurutnya, jika tidak dicari pengganti hal ini sangat berpengaruh terhadap proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kecamatan Manipa.
“Apalagi situasi Covid-19 seperti ini, warga yang bepergian ke luar daerah harus membutuhkan surat keterangan kesehatan yang ditangani pimpinan,” kata ketua HMPM.
Belum lagi, tambah dia, masalah teknis lainnya di Puskesmas sehingga dibutuhkan kehadiran seorang pimpinan. Jika dibiarkan Pemda, ini sangat berdampak oleh masyarakat.
“Selalu ketua HMPM, kami sangat berharap Pemda segera turunkan Plt sementara sebagai pengganti kepala Puskemas yang jalani hukuman. Kami tidak turut campur dalam kasus ini. Tapi ini demi kemaslahatan masyarakat Manipa dari sisi pelayanan kesehatan, sehingga perlu ada pengganti,” tandas Sufahmi.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kajari SBB Junita Sahetapy kepada media ini menjelaskan, Kepala Puskesmas Manila Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Rauf Samal dan Anaknya Khairil Samal harus berada di balik Jeruji besi.
Menurutnya kedua pelaku penganiayaan ini, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tindak pidana penganiayaan terhadap Komarudin Liang pada September 2019 lalu.
Dijelaskan, anak dan bapak ini masuk ke Lapas Klas II Piru dibawah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pada Senin (19/10/2020).
Ia menambahkan kedua pelaku divonis Hakim pengadilan Negeri Dataran Honipopu, pada Senin (28/9/2020) lalu dengan hukuman penjara 1 bulan 15 hari.
Terdakwa sebelumnya, melalui Kuasa hukum rencana melakukan banding terhadap putusan pengadilan, namun belakangan banding tidak lagi dilakukan dan menerima putusan pengadilan.

LEAVE A REPLY