Elpaputih:Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak ,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Seram Bagian Barat menggelar kegiatan kelompok Kerja Pelaksana Kegiatan (Poktan )di Dua Desa Di Kabupaten SBB, yakni di Elpaputih dan Sanahu pada Selasa, (24/11/2020).

Kegiatan ini dimulai di Desa Elpaputih, tepatnya digedung SMA Elpaputih Pukul.11.00 WIT, kegiatan tersebut dilangsungkan.pada empat ruangan dengan jumlah peserta 162 orang, yang terbagi atas kelompok orangtua produktif dan kelompok remaja produktif.

Sementara kegiatan yang dilakukan di Desa Sanahu, dilaksanakan di Balai Desa dengan jumlah peserta yang sama yakni 162 peserta, dimana untuk dua kegitan tersebut dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan Covid- 19.

Panitia dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak ,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Seram Bagian Barat dalam arahannya mengatakan bahwa, program ini adalah program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di Pusat yang bertujuan bagi pengembangan Kampung KB.

Dimana tujuan dari kampung KB yaitu, pertama meningkatkan ekonomi keluarga di Kampung KB, kedua mengendalikan pasangan usia subur dalam hal berkeluarga dan ketiga meningkatkan taraf hidup Masyarakat di Kampung KB

Kegiatan yang digelar di dua tempat itu berlangsung selama dua hari yakni, dari Selasa (24/11/2020) hingga Rabu, (25/11/2020).

Pekerja Sosial Perlindungan Anak juga diundang Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak ,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Seram Bagian Barat untuk memberikan materi dalam kegiatan itu.dan saat itu.Peksos PA membawakan materi ” Stop kekerasan terhadap anak sedini mungkin”.

Lewat materi itu, Pekerja Sosial Perlindungan Anak , Rasid La Koko mengingatkan bahwa, Kabupaten SBB semakin hari terjadi pertambahan kasus kekerasan maupun pelecehan terhadap anak, karena itu lewat momen ini Rashid menghimbau kepada Ibu-ibu dan bapak supaya lebih peduli dan intens memberikan pengawasan terhadap anak-anaknya, pasalnya semakin hari semakin bertambah kasus kekerasan seksual kepada anak.

Dari berbagai pengalaman Peksos PA dalam melaksanakan pendampingan terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum( ABH) , pelaku kekerasan seksual dan pelecehan terhadap anak merupakan orang terdekat dengan korban, seperti Tetangga rumah, Ayah tiri, ayah kandung, sehingga inti dari semua ini adalah mari memberikan pendidikan agama yang mendalam sejak dini kepada anak-anak Kita.

Lewat kesempatan ini, Peksos PA, Rashid La Koko juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak ,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Seram Bagian Barat, yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk memberikan materi.

Sementara Pemateri dari Dinas Kesehatan SBB membawakan materi tentang Posyandu, materi soal stunting dan KB dibawakan oleh Pemateri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak ,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Seram Bagian Barat.

LEAVE A REPLY