Komisi I dan Komisi II dewan perwilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten seram bagian barat (SBB) bersama pemerintah setempat membahas masalah batas wilaya antara desa buano utara dan desa buano selatan kecamatan huamual belakang yang berlangsung di ruang paripurna DPRD SBB.Rabu 11/12/2019.

Rapat tersebut di pimpin oleh Ketua DPRD SBB Abdul rasid Lisaholid, di dampingi oleh wakil ketua DPRD Arifin Podlan Gresya, di hadiri oleh sekertaris daerah SBB, Mansur Tuharea, Kepala Bappeda Din Silawane ,Kadis Pmdes Moksin Pellu, Kapala bagian Pemerintahan James kapuate, kaepala dinas catatan sipil Demianus Ahyate, Perwakilan BPS SBB agustinus Matakupal dan 15 anggota komisi.

Dalam pertemuan tersebut pemerintah dan DPRD SBB bersepak untuk secepatnya menyelesaikan masalah batas wilaya kedua desa bersaudara itu, hal ini di sampaikan oleh ketua DPRD SBB Abdul Rasid Lisaholid.” Iya pemerinatah daerah dan kami DPRD akan berupaya secepatnya selesaikan masalah batas wilaya di dua desa buano.” Ujar lisaholit.

Ketua DPRD SBB

Niat baik menyelesaikan masalah dua desa itu pemerintah daerah besok kamis 12/12/2019 akang turung langsung ke Desa buano untuk pertemuan dengan masyarakat kedua negeri , hal ini di sampaikan oleh kepala Bappeda Din Silawane saat pertemuan dengan DPRD SBB.” Besok kami akang turung ke buano dan akang gelar petemuan dengan semua tokoh-tokoh dan masyarakat supaya masalah kita bisa selesaikan secepatnya.” Ujar Silawane.

Selain itu Ruslly sosal anggota DPRD SBB Fraksi Hanura juga meminta agar DPRD dan pemerintah daerah untuk dapat membentuk tim verifikasi batas wilaya antara desa -desa di kabupaten yang di juluki Bumi saka mese nusa itu .” Saya minta untuk kita buat tim verifikasi batas wilaya semua desa yang ada di SBB, biar tidak ada masalah lagi tentang batas wilaya.” Ujar Sosal.

LEAVE A REPLY