Piru- Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengadakan Rapat evaluasi realisasi penggunaan anggaran tahun 2020 dan realisasi penggunaan anggaran Covid-19 bersama Camat Taniwel, Seram Barat, Huamual ,Huamual Belakang, Kairatu Barat, camat Amalatu dan Camat Iamosol. Rapat dipimpin ketua komisi Jamadi Darman didampingi Wakil Hamza Wakano di Ruang Rapat Komisi I DPRD SBB Sabtu, (11/7/2020).
Anggota Komisi dari Fraksi Partai Hanura, Boby G. Tianotak ketika melihat laporan yang disampaikan 8 camat, mempertanyakan realisasi anggaran kepada camat Inamosol yang sampai saat ini baru 10 persen. “Ke depannya harus digenjot sebelum APBD perubahan,” pintanya kepada camat Inamosol.
Dalam penanganan Covid ada kecamatan yang dananya belum dicairkan seperti kecamatan Kairatu Barat. “Lantas darimana mengambil dana untuk penanganan Covid di daerahnya,” tanya Boby.
Sementara, anggota Komisi I lainnya yakni, Erfin Amirudin, meminta kepada pihaknya untuk merekomendasikan kepada Pemkab agar secepatnya mencairkan dana Covid kepada kecamatan yang belum dicairkan, sesuai keluhan tenaga relawan yang sudah bertugas namun belum di berikan insentifnya.
Selain itu, Jamadi juga menekankan kepada para camat terkait agar mempergunakan anggaran hanya untuk penanganan Covid.
“Dana 100 juta yang diberikan untuk penunjang penanganan Covid-19, bukan untuk belanja lain termasuk biaya operasional kecamatan. Dan pertanggungjawabannya juga terpisah dengan dana rutinitas Kecamatan,” tegasnya.

LEAVE A REPLY