Piru – Setelah membuka acara Rapat Koordinasi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting dan Gizi Buruk di Gedung Hatutelu Piru, Jumat kemarin, Ibu Widya Murad Ismail, selaku Duta Parenting Maluku melakukan kunjungan kerja di Desa Kawa Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Kedatangan beliau selain sebagai Duta Parenting, juga sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku dan Istri Gubernur Maluku sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di Desa Kawa untuk bersilahturahim dan berbagi kasih sebagai bentuk kepedulian untuk meningkatkan derajat kesehatan dan memerangi stunting di Maluku.

“Perangi stunting dimulai dari kasih sayang dalam keluarga, kepedulian suami istri untuk anak, menguatkan gizi keluarga dan peduli terhadap pendidikan anak. Semua proses ini harus bermula dari pembentukan awal sejak kehamilan 1000 hari awal kehidupan dan tentunya tidak terlepas dari peran bapak sebagai suami siaga” tutur wanita berparas cantik ini.

Lebih lanjut, Ny Widya selaku Duta Perangi Stunting menyampaikan beberapa pesan terkait upaya pencegahan agar anak – anak tidak mengalami kelambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan yang berdampak pada anak tidak cerdas dan tidak pintar.  “Ada beberapa point yang ingin saya ingatkan kepada kita semua yakni 1) perlu adanya koordinasi lintas sektoral di tingkat kecamatan, 2) kepada ibu – ibu hamil perhatikan asupan gizi, kebersihan diri, rutin periksa kesehatan ke posyandu dan puskesmas minimal 4 kali selama masa kehamilan, 3) kepada bapak- bapak, jadilah bapak siaga yaitu siap antar dan jaga istri maupun anak ke posyandu. Jaga mereka disaat sakit atau kapanpun disaat dibutuhkan, 4) kepada para ibu yang memiliki balita, rajin mengantar anak ke posyandu setiap bulan untuk memantau tumbuh kembangnya dan mendapat imunisasi dasar lengkap, 5) kepada kepala desa, jangan lupa penggunaan dana desa agar diprioritaskan untuk pencegahan stunting, juga pemberian insentif dan pelatihan kader posyandu, 6) kepada tokoh agama dalam  ceramah menyampaikan pesan – pesan kesehatan terutama untuk pencegahan pernikahan dini, penundaan kelahiran, pemberian ASI eksklusif, 7) kepada kita semua, menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan, minum air bersih yang sehat, 8) menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup, 9) diperlukan keterlibatan masyarakat dalam program pencegahan stunting”

Sebagai Duta Parenting Maluku beliau mengajak semua  pihak untuk lebih memahami peran masing-masing di tingkat keluarga sampai ke masyarakat. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya stunting adalah dengan rutin membawa buah hati kita ke posyandu. Cegah stunting dari sekarang juga agar kedepan Maluku memiliki sumber daya manusia yang sehat serta unggul.

Pada kesempatan kunjungan ini, Ibu Widya Murad Ismail memberikan bingkisan  dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku berupa 100 bh buku KIA, Brain Booster, timbangan digital. Dari Dinas Kesehatan Kabupaten SBB  berupa PMT Balita, PMT ibu hamil, timbangan dacin dan isi piringku. Selain itu juga dibagikan kartu keluarga dan akta kelahiran anak bagi masyarakat desa Kawa dari dinas kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten SBB. Juga dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku berupa mesin pengolahan pasca panen untuk umbi – umbian.

Duta Parenting bersama para lansia

Setelah memberikan bingkisan, Duta Parenting di dampingi Bupati SBB, Ketua Tim Penggerak PKK Kab SBB, Plh Sekretaris Daerah melihat langsung aktivitas pelayanan kesehatan pada posyandu lansia dan posyandu balita.

 

LEAVE A REPLY