Piru-Bertempat di gedung Nunusaku Center kota Piru pada Senin (29/07/2019), PT. Zisra Dwi jaya dan Felda Global Ventures Holding Bhd. (FGV) bersama dengan Pemerintahan Daerah Seram Bagian Barat (Pemda SBB), menggelar Sosialisasi mengenai Tata cara penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Bupati SBB membuka secara simbolis acara Sosialisasi ini yang ditandai dengan pemukulan gong.

Proses penempatan disesuaikan dengan prosedur penempatan yang didasarkan pada UU nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Dalam sosialisasi juga disampaikan informasi mengenai peluang untuk bekerja di Malaysia lewat Perusahan FGV.

FGV sebagaimana dikutip dari laman website Wikipedia, merupakan perusahaan milik pemerintah Malaysia  yang bergerak di bidang kelapa sawit dan menjadi perusahaan terbesar ketiga di dunia berdasarkan areal tanam dan menguasai lebih dari 850.000 hektare lahan di Malaysia, termasuk sekitar 500.000 hektare yang disewakan dan dikelola untuk petani kecil.

Sedangkan PT. Zisra Dwi jaya yang telah berdiri sejak 2003 ini, berkantor pusat di Jln. Tj. Sanyang No.20, RT.3/RW.8, Cawang, Kec. Kramat jati, Kota Jakarta Timur. Perusahan adalah sebuah Perusahaan Nasional perekrut dan penyedia tenaga kerja untuk dijadikan pekerja migran di luar negeri.

Aulia Febriana selaku Chief Operation Officer PT. Zisra Dwi Jaya saat melakukan sosialisasi menyampaikan, “Perusahan kami bekerjasama dengan FGV, merekrut dan menyediakan tenaga kerja bagi mereka untuk kemudian dipekerjakan di perkebunan kelapa sawit miliknya. Selama proses perekrutan ini, kami dari perusahaan tidak memungut biaya sepeserpun”.

Febriana kemudian menambahkan, “Tenaga kerja yang kita cari harus berusia minimal 18 tahun dan maksimal 40 tahun, berbadan sehat yang diketahui melalui keterangan setelah mengikuti medical checkup, memiliki pasport resmi yang digunakan untuk mengajukan Calling Visa permohonan izin masuk ke wilayah Malaysia yang akan diberikan oleh pemerintah Malaysia melalui sponsor (penjamin) utama yaitu FGV.”

Materi sosialisasi yang menyampaikan tentang informasi proses perekrutan dan penempatan PMI di FGV.

“Setelah itu calon PMI difasilitasi perusahan kami wajib mengikuti prosesi Pembekalan Akhir sebelum Pemberangkatan (PAP). PAP yang isi materinya didominasi pengenalan umum dari negara tujuan ini, akan dilaksanakan di kantor Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPTP3TKI). Setelah itu mereka lalu diberikan Kartu Tanda Ke Luar Negeri (KTKLN)”

“Setelah mengikuti PAP dan memiliki KTKLN, maka dengan dikoordinir oleh kami para calon PMI akan diberangkatkan menuju Sabah atau bisa juga melalui Tawau, bisa menggunakan kapal laut bisa juga dengan pesawat,” lanjut Febriana.

Hal yang tidak kalah penting disampaikan Febriana bahwa, pihak perusahaannya telah bekerjasama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) terkait pemberian pinjaman melalui mekanisme Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai modal awal bagi para PMI yang bisa digunakan untuk keperluan medical checkup, pengurusan pasport dan hal lain terkait proses persiapan keberangkatan.

Ditambahkan oleh Ketua FGV bidang Ketenagakerjaan wilayah Sabah dan Serawak Tuan Muh. Amin serta Chief Executive officer FGV Serawak Tuan Nuruzzaman selaku perwakilan FGV bahwa, perusahaannya membutuhkan 2.757 tenaga kerja baru yang akan ditempat di dua wilayah, Sabah 2.256 dan Serawak 501, yang terdiri dari tenaga pemanen dan pekerja ladang.

Rincian tenaga kerja dan kebutuhan tenaga PMI di wilayah Serawak.

Bagi setiap PMI yang nantinya bekerja di perusahaan ini, dijanjikan akan diberi beragam fasilitas dan mendapatkan hak serta perlindungan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Malaysia.

Dengan gaji antara 3 juta hingga 11 juta perbulan, para PMI ini akan menerima fasilitas antara lain; asrama sebagai tempat tinggal dengan berbagai fasilitas pendukung seperti sarana olahraga, hiburan, kesehatan berupa puskesmas, pendidikan untuk sekolah anak dan juga diberikan asuransi kesehatan maupun keselamatan kerja.

LEAVE A REPLY