PIRU-Pemerintah Provinsi Maluku yang diwakili Gubernur Maluku Bapak Irjen Pol (Purn) Drs. Murad Ismail didampingi sang istri Widya Murad Ismail dan Keluarga beserta rombongan, melakukan kunjungan Safari Ramadhan 1440 H tahun 2019 Selasa (28/05/2019) di Kabupaten Seram Bagian Barat (Kab. SBB).

Gubernur dan rombongan kemudian disambut oleh Bupati Kab. SBB Drs. M. Yasin Payapo M.Pd, Kapolres SBB, Pimpinan TNI, Pimpinan OPD beserta perwakilan dari Forkopimda KAB. SBB di ibukota kabupaten SBB, kota Piru.

Rombongan Gubernur bersama Pemda Kab. SBB selanjutnya mengikuti bersama Acara buka Puasa yang diawali dengan Tilawah Til Al-Qur’an atau pembacaan Ayat-ayat Suci Al-Qur’an. Acara lalu dilanjutkan dengan mendengarkan ucapan selamat datang oleh Bupati SBB.

Bupati Kab. SBB yang diberi kesempatan untuk memberi ucapan selamat datangnya menyampaikan, “Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Ibu, dimana Bapak Gubernur memastikan Kab. SBB sebagai salah satu titik dalam rangkaian Safari Ramadhan Provinsi Maluku.”

“Itu memberikan isyarat bagi kita sekalian, bahwa ada tanda-tanda beliau akan menaruh perhatian bagi kita di Kab. SBB ini”, Sambung beliau.

Menanggapi apa yang disampaikan Bupati SBB, Gubernur Maluku dalam sambutannya mengatakan “Dengan dua kali saya datang di sini, kata Pak Bupati itu ada tanda-tanda baik itu betul Pak Bupati. Saya rencana masukkan investor di daerah seram bagian barat ini untuk kita bekerja ikan (mengelola sektor perikanan) karena Maluku dan Maluku Utara menurut data masuk dalam lima besar spot dengan populasi ikan terbesar di dunia.”

Gubernur Maluku saat menyampaikan sambutan.

Mantan Dankor Brimob dan Kapolda Maluku itu kemudian menambahkan “Kita punya laut setelah kita mapping di Maluku ini ada tiga spot ikan terbesar. Yang pertama itu ada di laut Banda, Laut Seram sama Laut Arafura. Itu kita spot ikan yang ada di Laut Banda, Laut Seram dan Laut Arafura itu lebih banyak dari spot ikan di selat Bering”.

“Saya akan memasukkan Investor Cina di Seram ini ada beberapa pulau yang spot ikannya bagus dan di sana mereka tidak akan langsung bangun ikan tapi membangun dulu perkampungan di situ mungkin ada tempat-tempat ibadah mereka bangun baru mereka mulai bekerja ikan. Mereka akan siap semua alat tangkap dan mereka kasih kepada masyarakat dan masyarakat boleh jual ikan kepada apapun jenisnya akan diterima” sambung beliau.

“Ke depan ini tahun 2020 paling lambat, tidak ada ekspor ikan kalau tidak dari Maluku. Nanti itu sudah saya pikirkan, beberapa bulan lalu saya bertemu dengan investor Cina yang tadi sudah saya singgung dan juga saya bicara sama Bupati, nanti akan ada pulau yang kita lihat bagus sekali terutama Pulau Manipa dan Pulau Pisang nanti kita bawa investor untuk masuk ke situ” tutur beliau.

Terakhir beliau berharap “Sampai hari ini belum ada ekspor dari Maluku, ekspor dari Jawa dan daerah lain. Nah ini nanti akan saya bicarakan dengan Menteri Perikanan kalau bisa tahun depan 2020 ini ikan yang diekspor harus dari Maluku, biar Maluku punya Pendapatan Asli Daerah (PAD) ada. Kalau tidak bisa juga, kita bawa investor dari luar. Kita lagi ajukan dua undang-undang, yaitu undang-undang Provinsi Kepulauan dan Undang-undang Maluku sebagai lumbung ikan nasional tapi belum ditandatangani sama Pemerintah, pasti lambat-laun pasti turun”

LEAVE A REPLY