INSTITUT Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon melalui Tim Pengabdian Masyarakat melakukan kegiatan pendampingan dan pelatihan kepada perangkat pelayan jemaat GPM Morekau.
Dibawah Tema Peningkatan Kualitas Pendampingan Pastoral Gereja Terhadap Kesejahteraan Kelompok Lanjut Usia Jemaat GPM Morekau”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14-18 Oktober di Jemaat Morekau, Klasis Seram Bagian Barat – Piru.
Siaran pers yang diterma di Ambon, Sabtu (17/10/2020) menyebutkan IAKN Ambon melakukan Peningkatan Kualitas Pendampingan Pastoral Gereja untuk melayani Kelompok Lanjut Usia Jemaat Morekau, Klasis Seram Bagian Barat – Piru
Pada pelaksanaan kegiatan tersebut Dekan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Febby Nancy Patty yang meminta agar kegiatan ini dalam upaya mendampingi kelompok lanjut usia yang oleh GPM dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Karena sebagai Warga Gereja Senior (WGS), harus dapat memberikan pelayanan kepada Lansia, tidak hanya menekankan aspek spiritual saja, tetapi mesti bersifat holistik (menyeluruh).
Sementara itu Pendeta Yanto Susanto sebagai lembaga mitra menyambut dengan baik kegiatan PKM.
Dirinya berharap semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas tenaga pendamping dan juga menyumbang bagi peningkatan kesejahteraan para Lansia di Jemaat GPM Morekau.
Kegiatan PKM di Morekau berlangsung dalam beberapa tahapan, untuk tahapan pertama, silaksanakan FGD yang dilakukan dengan melibatkan mitra dan persiapan pembuatan modul.
Untuk tahapan kedua dilakukan sosialisasi untuk pembobotan aspek biblis- teologi, pastoral, dan psikologi; dan tahapan Ketiga, pelatihan dan simulasi.
Sementara untuk tahapan keempat, tim PkM bersama pelayan gereja dan tenaga kesehatan melakukan pelayanan kesehatan bagi para Lansia.
Kegiatan ini diikuti oleh tenaga pendamping yakni perangkat pelayan jemaat GPM Morekau. Ketua Majelis Jemaat GPM Morekau,
Sedangkan untuk anggota tim PKM terdiri dari kolaborasi dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Ambon, diantaranya terdapat dosen Program Studi Teologi: Febby N. Patty, Johanna Talupun, Vincent Wenno dan dosen Program Studi Pastoral Konseling: Malitsa Tahitu, Juliana Tuhumury, serta dua orang mahasiswa yakni Jodiani Patty dan Yestrimka Lopulalan.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan dalam situasi COVID 19.

LEAVE A REPLY