Piru – Berlangsung di gedung Hatutelu Piru, Ibu Widya Murad Ismail yang adalah istri Gubernur Maluku selaku ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku dan Duta Parenting Maluku membuka dengan resmi Rapat Koordinasi Terpadu dalam Percepatan Penurunan Stunting dan Gizi Buruk tahun 2019 pagi tadi Jumat, 23 Agustus 2019.

Turut hadir mendampingi istri orang nomor 1 di Maluku ini adalah Bupati SBB, Ketua Tim Penggerak PKK Kab SBB, beberapa pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Forkopimda Kabupaten SBB, Para Asisten Setda dan pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten SBB, dan para camat, Narasumber dari Kementerian Dalam negeri, Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

Setelah disambut langsung oleh Plh Sekretaris Daerah di pelabuhan Waipirit, rombongan kemudian menuju Piru dan disambut dengan toto buang di jembatan Desa Eti. Selanjutnya rombongan menuju gedung Hatutelu Piru dan disambut dengan pengalungan kain tenun dan tari lenso.

“Hari ini saya bahagia sekali, berkenaan dengan kunjungan kerja saya yang pertama sebagai Duta Parenting di lokus yang menjadi prioritas penanggulangan dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Maluku. Saya juga datang sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dan Istri Gubernur Maluku, ingin bergandengan tangan, bersilahturahmi agar kita dapat bekerja sama untuk percepatan penurunan stunting ini”. ungkap mantan Ketua Bhayangkari Brimob Mabes Polri ini.

Provinsi Maluku yang kita cintai ini, termasuk Kabupaten Seram Bagian Barat adalah daerah yang subur dengan kekayaan laut yang melimpah dan menjadi sumber protein. Harusnya di daerah ini angka stunting dan gizi buruk rendah bahkan tidak ada. Namun yang kita lihat sekarang angka stunting cukup tinggi yakni di tahun 2017 masih di angka 28,9% dan turun di tahun 2018 24,4%. Namun WHO masih menstandarkan angka positif di bawah 20.

Stunting dapat terjadi akibat kekurangan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Pemenuhan gizi dan kesehatan pada ibu hamil perlu mendapat perhatian. Stunting tidak hanya berpengaruh pada ukuran tinggi badan anak, namun juga pada status kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa. Mereka akan cenderung akan menderita penyakit tidak menular seperti darah tinggi, kencinf manis, jantung, dll.

Lebih lanjut, wanita cantik ini mengatakan penanganan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga seluruh keluarga di Indonesia.  Mari kita cegah stunting dan ini semua bisa terlaksana kalau kita semua yang ada disini terlibat.

Setelah memberikan sambutan, Ibu Widya Murad Ismail memukul tifa sebagai tanda di mulainya kegiatan Rapat Koordinasi. Dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting.

 

LEAVE A REPLY