Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pasar Piru
Peletakan batu pertama pembangunan Pasar Tradisional Kota Piru oleh Bupati.

PIRU-Dalam rangka persiapan menyambut Pesparawi ke X tingkat Provinsi Maluku tahun 2017 sekaligus membenahi keterpurukan sarana infrastruktur ekonomi,  dan  menjawab program pemerintah daerah  dalam memacu lajunya pertumbuhan ekonomi di kabupaten SBB. Maka pemerintah daerah membangun pasar tradisional Kota Piru diatas lahan seluas hampir dua hektar. Pembangunan pasar tradisional Kota Piru juga sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan aman demi terwujudnya kesejahteraan bersama. Hal ini dikatakan oleh Bupati SBB Drs. Yasin Payapo ketika meletakan batu pertama pasar tradisional kota Piru.

Menurut Bupati Seram Bagian Barat Drs. M. Yasin Payapo,M.Pd ketika diwawancarai mengatakan Pasar yang dibangun dengan menggunakan  anggaran APBN dengan nilai kontrak Rp. 6 Milyar direncanakan akan rampung pada pertengahan November 2017 mendatang. Pembangunan pasar tradisional kota Piru dipercepat penyelesaiannya, karena akan dijadikan sebagai salah satu icon daerah pada saat Pesparawi ke-X tingkat provinsi Maluku di kabupaten Seram Bagian Barat.

Untuk itu, Bupati instruksikan kepada Kepala Dinas Deperindag Kabupaten Seram Bagian Barat dan kontraktor yang menangani pembangunan pasar, agar pekerjaannya dipercepat karena akan dijadikan sebagai salah satu icon daerah di kegiatan Pesparawi Tahun 2017,tegas Bupati.

Selain pasar Tradisional Kota Piru, Pemkab Seram Bagian Barat  juga berencana akan membangun pasar tradisional di sejumlah kecamatan dan daerah-daerah terpencil. “Kita akan membuka Akses pasar di tiap kecamatan dan daerah terpencil sebagai target SBB secara keseluruhan, supaya rakyat bisa hidup layak dan sejahtera. Target pembangunan pasar tradisional ditiap kecamatan akan dilakukan bertahap pada tahun 2018 mendatang”. Papar Bupati.

Untuk itu, Bupati berharap kepada seluruh masyarakat agar dapat mendukung pembangunan pasar tradisional tersebut sehingga pekerjaannya dapat selesai secara optimal dengan batas waktu sebelum kegiatan Pesparawi. Dimana masyarakat harus dapat menjaga keamanan dan kenyamanan agar sebelum pesparawi gedung pasar tradisional kota Piru dapat diresmikan dan menjadi icon kabupaten SBB pada saat Pesparawi berlangsung.

LEAVE A REPLY